Poros Ketiga Dinilai Sulit Terbentuk karena Sebagian Parpol Sudah Dukung Jokowi

Peta pertarungan politik dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih sangat dinamis. Peluang terbentuknya poros ketiga pun masih dimungkinkan akan terwujud, sebab selain partai pendukung poros pemerintah maupun oposisi, masih ada tiga partai lain yakni PKB, Demokrat, dan PAN yang belum menentukan arahnya.

Meski begitu, pengamat politik Maksimus Ramses Lalongke mengatakan kemungkinan poros ketiga sulit terbentuk karena sebagian partai sudah mendukung Jokowi.

“Poros ketiga sepertinya agak berat karena presidential treshold 20 persen sebagai prasyarat maka harus koalisi sementara sebagian besar parpol sudah dukung Jokowi,” tuturnya.

Pun demikian kemungkinan munculnya poros baru, kata dia, masih terbuka mengingat masih ada waktu untuk perubahan.

“Tapi masih lama ini kok beberapa bulan ke depan, ini masih ada waktu untuk ubah peta politik, bisa saja poros ketiga ada tapi tergantung sejauh mana peluang menang itu juga jadi pertimbangan,” jelasnya.

Sementara itu Pendiri Perhimpunan Masyarakat Madani, Syaroni, menilai peluang munculnya poros ketiga ditentukan dengan calon yang nantinya dimungkinkan untuk maju sebagai capres.

“Peluang masih ada karena kan sampai 10 Agustus untuk bentuk posros ketiga, tapi siapa pun yang akan masuk sebagai poros ketiga kita lihat kemampuan ketumnya,” terang dia.

Saat ini, jelasnya, sejumlah nama seperti Muhaimin Iskandar, ketua umum PKB; maupun Zulkifli Hasan, ketum PAN; berat untuk maju dalam poros ketiga sebab keduanya dikaitkan dengan sejumlah kasus. Menurut dia, hal tersebut membuat kemungkinan poros semakin kecil.

“Bagaimanapun terkait kasus kardus durian makanya berat menjadi capres Zulhas dihubungkan dengan izin sawit dan Agus Harimurty Yudhoyono (AHY) masih terlalu muda,” terangnya.

35total visits,6visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *