Polri: Sindikat Saracen Seperti Pasar, Libatkan 800 Ribu Akun

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat penebar ujaranan kebencian bernama Saracen. Jaringan ini diketahui telah memproduksi dan menyebarkan konten kebencian sejak November 2015.

Kasubag Ops Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri AKBP Susatyo Purnomo mengatakan, Saracen merupakan satu dari sekian sindikat penebar kebencian melalui media sosial yang tengah diburu polisi. Di dunia maya, peran para sindikat ini saling berkaitan.

“Sehingga diibaratkan grup-grup media sosial itu adalah seperti pasar. Di mana para pembuat meme, narasi, gambar, dan sebagainya diposting di grup, kemudian pelaku ini muncul dan M begitu saja,” ujar Susatyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 23 Agustus 2017.

Setidaknya, ada sekitar 800 ribu akun yang berkaitan dengan grup Saracen. Konten-konten kebencian dan hoax tersebar dengan begitu mudahnya di media sosial, sekalipun pembuatnya tak saling kenal.

Bahkan konten hinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang dibuat oleh pelajar SMK bernama M Farhan Balatif (18), melalui akun Facebook bernama Ringgo Abdillah, tersebar di ‘pasar’ Saracen.

“Yang terakhir yang kasus rekan-rekan ketahui di Medan, Ringgo, kontennya beredar di Saracen juga,” beber dia.

Kendati, polisi sejauh ini belum menemukan keterkaitan Farhan selaku pengelola akun Ringgo sebagai bagian dari Saracen. Motif sementara, Farhan melakukan hal itu lantaran kecewa terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

Sedangkan motif penyebaran kebencian dan hoax jaringan Saracen dilatarbelakangi ekonomi. Mereka telah membuat beragam konten kebencian kemudian ditawarkan ke sejumlah pihak dengan nominal yang cukup besar.

“Dapat diibaratkan itu seperti pasar, ada penjual ada pembeli. Dia menawarkan itu senilai Rp 75 juta sampai Rp 100 juta, itu atas proposal ya,” kata Susatyo.

114total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *