Polri Lebih Dipercaya, Tito Berseloroh ke Jaksa Agung

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa berdasarkan jajak pendapat oleh beberapa lembaga peneliti dan media, Polri masuk empat besar lembaga yang paling dipercaya publik.

Ketika menyampaikan itu dalam sebuah pertemuan institusi penegak hukum, Selasa (6/3), Tito membarengingya dengan permintaan maaf kepada Jaksa Agung HM Prasetyo yang hadir sebagai tamu.

Dari berbagai jajak pendapat yang dilakukan di akhir tahun 2017, menurut Tito, lembaga yang paling dipercaya publik berturut-turut adalah lembaga kepresidenan, TNI, KPK, dan Polri.

”Mohon maaf Pak Jaksa Agung bukan maksud menyindir ataupun (yang lain). Kita merasakan juga, kaget-kaget kita. Hasil survei menempatkan Polri di posisi empat lembaga yang dipercaya publik,” kata Tito dalam rapat kerja teknis (Rakernis) Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) di Ancol, Selasa (6/3).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini melanjutkan hasil jajak pendapat mengindikasikan kalau Polri saat ini sudah on the right track dan tinggal bagaimana mempertahankan dan meningkatkan.

Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pimpinan di tingkat atas atau perwira tinggi saja tapi juga harus sampai pada tingkat bawah, imbuhnya.

”Organisasi yang sangat besar ini, dengan jumlah 440.000 orang, tidak seperti kita switching in the night, kita memencet tombol itu langsung hidup. Ini memerlukan waktu,” sambungnya.

Padahal dalam catatan awal Tito, pada 2016 Polri termasuk lembaga yang kurang dipercaya publik dan bahkan berada di posisi tiga terbawah. Namun, Tito melanjutkan, dengan mengedepankan konsep Promoter hal itu bisa diperbaiki.

”Kita mengedepankan pelayanan publik, memperbaiki kinerja dan meningkatkan penegakan hukum. Lalu meningkatkan kinerja Kamtibmas yang lebih baik. Juga mengubah kultur budaya,” urainya.

Tito mengklaim ada tiga musuh besar di internal Polri yang diperanginya saat ini, yaitu budaya koruptif, kekuasaan, dan kekerasan yang berlebihan atau excessive force.

Tito juga mengatakan sangat mengandalkan fungsi Humas Polri dalam mengelola pemberitaan tentang institusi yang dia pimpin.

”Publik sangat dipengaruhi opininya oleh media, terutama media sosial. Maka perlu upaya sendiri untuk me-manage itu dan ini sudah kita lakukan,” imbuhnya.

82total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *