Polres Jember Antisipasi Serangan Teroris

Aparat Polres Jember, Jawa Timur meningkatkan pengamanan di markas baik di kepolisian sektor maupun kepolisian resor untuk mengantisipasi serangan sporadis kelompok teroris terhadap aparat keamanan itu.

“Saat ini polisi menjadi target serangan para teroris, sehingga sangat penting kita untuk meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan di pos-pos jaga Mapolsek dan Mapolres,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di Jember, Kamis.

Menurutnya, Polres Jember tidak ingin kejadian penyerangan polisi oleh teroris seperti yang terjadi di Jawa Tengah dan Sumatera Utara terjadi di daerahnya, sehingga perlu dilakukan antisipasi di sejumlah daerah.

“Peningkatan kewaspadaan polisi meliputi penambahan anggota jaga pengamanan di Mako Polres dan Polsek, serta Pos Pengamanan dengan bantuan anggota Brimob Polda Jawa Timur,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, pengaturan jaga markas dan pos pengamanan yang tidak lebih dari delapan jam, sehingga kondisi anggota tetap prima, dan anggota yang melaksanakan patroli keliling sekitar mapolres dengan buddy system dan tidak bergerombol.

“Kami juga melengkapi anggota dengan body vest antipeluru dan bersenjata api. Kemudian penugasan perwira untuk pengawasan dan pengendalian anggota jaga. Itu semua untuk antisipasi dan keselamatan anggota kepolisian dan masyarakat juga terlindungi,” katanya.

Sementara itu, Wakapolres Jember Kompol Edo Satya Kentriko juga melakukan pengecekan di sejumlah pos pantau, pos pengamanan, pos pelayanan terpadu, dan pos pelayanan Lebaran 2017 untuk memastikan kesiapsiagaan pengamanan dan antisipasi serangan teroris.

“Beberapa pos yang kami cek yakni Pos Pantau di Perempatan mangli, Pos Pengamanan Tawang alun, Pos Pelayanan Terpadu di Jembatan timbang, Pos Pelayanan di sekitar Stasiun Jember, dan Pos Pengamanan di Terminal Arjasa,” tuturnya.

Wakapolres Jember memberikan penekanan kepada anggota yang melaksanakan pengamanan agar tidak ada yang tidur semua dan wajib bergantian, terutama pada jam rawan malam hari, anggota menggunakan perlengkapan pengamanan perorangan seperti body vest, patroli wajib dilakukan minimal dua anggota, dan saling komunikasi aktif antaranggota pos.

“Kami mengingatkan kepada anggota agar selalu waspada terhadap pergerakan-pergerakan yang mencurigakan dan anggota untuk tidak tidur selama melaksanakan tugas jaga pospam untuk istirahatnya setelah lepas piket,” katanya.

Ia berharap anggota polisi tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaannya, sehingga jangan sampai menjadi sasaran teroris karena lengah atau tertidur.

155total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *