Politikus Nasdem Minta Pegiat HAM Hentikan Isu Komunisme

Kericuhan terjadi di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9) dini hari tadi, di mana lima anggota polisi mengalami luka-luka. Kericuhan terjadi akibat pengepungan karena penyebaran berita bohong diskusi di tempat itu mengenai Partai Komunis Indonesia (PKI).

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Taufiqqulhadi, justru menyayangkan pihak YLBHI yang menggelar acara itu.

“Saya menyerukan kepada para intelektual dan apa yang disebut kelompok penggiat hak asasi manusia untuk tidak melaksanakan lagi kegiatan seminar berkaitan tentang peristiwa tahun 1965,” kata Taufiqqulhadi, Senin (18/2).

Baginya, seminar seperti itu menunjukkan bahwa penggagas tidak terlalu sensitif tentang hal yang berkaitan dengan isu-isu yang dapat menimbulkan instabilitas dalam masyarakat. Justru dengan tetap dilaksanakan kegiatan-kegiatan seperti itu, menurut dia, sama dengan mendorong masyarakat agar terprovokasi untuk melakukan kekerasan.

Baginya, lebih baik isu-isu yang sensitif seperti itu diserahkan saja kepada kebijaksanaan umum dalam masyarakat.

Sebagai sebuah bangsa, kata Taufiqqulhadi, Indonesia tentu saja harus menyelesaikan segala hal yang mengganjal perjalanan sebuah bangsa ke depan. Tetapi semua harus mampu mengukur sejauh mana masyarakat bisa bergerak ke belakang guna menyibak persoalan.

“Kemampuan mengukur itulah yang disebut dengan wisdom kita,” kata dia, sembari mengingatkan aparat keamanan agar lebih tanggap lagi ke depan terhadap kegiatan seperti di YLBHI.

YLBHI sendiri sebenarnya membantah menyelenggarakan diskusi yang mengarah pada bangkitnya komunisme.

“Tidak ada sama sekali diskusi atau kongres tentang komunisme. Acara yang kami selenggarakan murni diskusi sejarah dan pentas seni yang menampilkan beberapa seniman,” kata Yunita dari YLBHI.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto juga menegaskan tidak ada diskusi yang membahas kebangkitan PKI atau paham komunisme. Dalam proses mediasi dengan perwakilan massa, kapolres berjanji akan mengawal masalah ini serta akan memproses secara hukum apabila memang ada upaya menghidupkan lagi komunisme seperti yang dituduhkan massa.

Saat pengepungan, massa melemparkan benda-benda keras, seperti batu dan botol ke arah gedung. Aksi tersebut sempat ricuh dan aparat Kepolisian menembakkan gas air mata kepada kerumunan masyarakat.

Berdasarkan laporan sejumlah media, massa pengepung berasal dari Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), Bamus Betawi, dan Ormas Bang Japar.

Salah atu pendiri FKPPI adalah Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem.

65total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *