Politikus Demokrat Sebut Mirwan Amir Bohong soal SBY di Kasus E-KTP

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi, mencecar kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya. Dia mempertanyakan soal pernyataan mantan politikus Demokrat, Mirwan Amir, yang dianggap menyeret nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sidang e-KTP, Kamis, 25 Januari lalu.

“Adakah pernyataan Saudara Mirwan yang menyebut adanya intervensi dari partai pemenang pemilu tersebut (pemenang pemilu 2009)? Hal ini harus dijawab agar clear, ada atau tidak,” tanya Didi dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Firman yang mendengar pertanyaan itu melalui sambungan telepon pun menjawab akan membuktikan hal tersebut.

“Nanti saya buktikan,” ucap Firman yang telah dilaporkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ke Bareskrim.

Mendengar jawaban itu, Didi merasa tidak puas. Dia meyakinkan Mirwan tak mengatakan hal tersebut dalam persidangan.

“Saya pastikan apa yang disampaikan Saudara Mirwan berbeda dengan apa yang Bung Firman sampaikan di ruang pengadilan,” jelas Didi, yang juga kuasa hukum SBY.

Didi sendiri menyebut, Mirwan Amir telah melakukan kebohongan publik. Sebab, kata dia, tak mungkin seorang SBY bertemu Mirwan.

“Mengenai pertemuan dengan SBY, dalam kapasitas apa seorang Mirwan, yang di mana SBY seorang Presiden. Waktu itu bukan ketum pula. Saat itu ketua umumnya (Demokrat) Saudara Anas Urbaningrum,” kata Didi.

Karena itu, ucap Didi, partainya saat ini tengah mengkaji dan mempertimbangkan langkah-langkah yang akan diambil terkait pernyataan Mirwan dalam persidangan e-KTP tersebut.

Didi memastikan pihaknya akan melawan tudingan ini dengan cara yang baik. “Kami melawan dengan cara bermartabat, fitnah tidak kita lawan dengan fitnah,” tandas Didi.

SBY Laporkan Firman Wijaya

Sebelumnya, SBY telah resmi melaporkan Firman Wijaya ke Bareskrim Polri. SBY melapor bersama istrinya, Ani Yudhoyono.

“Saya sebagai warga negara yang menaati hukum, tetapi juga ingin mencari keadilan, secara resmi melaporkan Saudara Firman Wijaya,” ujar SBY usai melapor di Bareskrim Polri, Selasa, 6 Februari 2018.

Menurut SBY, Firman sudah mencemarkan nama baiknya dengan coba menelisik dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi e-KTP.

“Saudara Firman saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP. Selebihnya saya serahkan kepada Tuhan Mahakuasa, Allah SWT,” kata Presiden keenam RI itu.

73total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *