Polisi Tembak Mati Pelaku Curanmor Sadis di Bekasi yang Beraksi Puluhan Kali

Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terkenal sadis yang kerap beraksi di Bekasi maupun di luar Bekasi tewas ditembak petugas Polres Metro Bekasi Kota, setelah berusaha kabur dari kepungan petugas di Kampung Bantargebang, Jalan Yayasan Nurul Huda, RT 06 RW 02, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 20 Maret 2018 sekira pukul 01.30 WIB.

Pelaku memang sudah diincar pihak kepolisian lantaran sering melakukan tindak kejahatan curanmor yang disertai kekerasan. Dalam beraksi, pelaku tak segan-segan menganiaya korbannya yang coba melawan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto yang berada di lokasi mengatakan, polisi telah lebih dulu mengamankan dua rekan pelaku dan berhasil mendapat informasi tempat tinggal pelaku. Polisi kemudian melakukan pengepungan di rumah kontrakan pelaku sambil melepaskan tembakan peringatan. Namun pelaku mencoba kabur dengan membobol plafon dan melewati atap-atap rumah warga. Pelaku juga sempat menembaki petugas hingga akhirnya terpaksa dilumpuhkan.

“Pelaku sempat melepaskan senjata ke arah anggota. Maka dilakukan tindakan tegas menembak pelaku,” katanya.

Indarto mengatakan, berdasarkan informasi dari rekan pelaku yang lebih dulu ditangkap, pelaku yang sudah tewas tersebut telah beraksi puluhan kali di berbagai wilayah di Bekasi. “Pelaku melakukan kejahatannya sudah puluhan kali dan semuanya curas (pencurian dengan kekerasan), bawa senpi. Jika terhalangi, pelaku pasti selalu mengeluarkan senpinya,” paparnya.

Jasad pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sementara senjata pelaku diamankan pihak kepolisian. “Senjatanya jenis FN, tapi belum kita cek apakah standar atau rakitan yang digunakan pelaku,” akunya.

Sementara itu, Ketua RT 05 Yusuf yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku mendengar beberapa kali suara tembakan saat polisi mengepung pelaku. “Saya habis pulang mancing langsung mau ronda keliling. Saya lihat ramai polisi lagi mengepung rumah kontrakan pelaku sampai ke depan. Lalu terdengar suara letusan senjata api beberapa kali,” katanya di lokasi.

Menurutnya, warga setempat biasa memanggil pelaku dengan sapaan Gembul. Pelaku diketahui sering berpindah-pindah tempat tinggal. Selama menetap di kontrakan yang sekarang ditempati, pelaku beserta istri dan seorang anaknya jarang bergaul dengan warga sekitar.

“Tadinya pelaku mengontrak di depan, kemudian pindah ke belakang. Pelaku tinggal di sini baru 5 bulan,” akunya.

63total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *