Polisi Pemilik Motor yang Dipakai Penyerang Novel Baswedan Kini di BKO-Kan?

Pada 6 Juni 2017 lalu, terungkap bahwa sepeda motor yang dibawa oleh dua orang terduga pelaku penyiraman Novel Baswedan dimiliki oleh seorang petugas kepolisian yang bertugas di Polda Metro Jaya. Motor matic tersebut terdata atas nama Yusmin.

Yusmin, jelas Irjen Pol M. Iriawan yang saat itu menjadi Kapolda Metro Jaya, sudah dimintai keterangan dan hasilnya, Yumin Ohorella yang berpangkat Bripka tersebut, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus Novel Baswedan.

“Bersangkutan juga sudah kami periksa dan tidak ada kaitannya,” jelasnya ketika itu.

Tribun mencoba untuk mendatangi tempat bertugas Bripka Yusmin yang ada di Mapolda Metro Jaya. Tiga orang rekan Yusmin yang ditemui Tribun mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah lama tidak masuk ke kantor.

“Oh dia sudah lama tidak masuk kantor. Sudah satu sampai dua bulan mungkin,” jelas seorang rekan Yusmin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/8/2017)

Seorang rekan lainnya, mengatakan Yusmin hingga saat ini masih bertugas di Polda Metro Jaya di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), hanya saja, Yusmin sedang dalam tugas luar atau bawah kendali operasi (BKO) di wilayah lain.

“Setahu saya memang sedang BKO di tempat lain, kalau tepatnya dimana? Saya tidak tahu, karena kan banyak yang BKO dari Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Mengenai sosok Yusmin, dia mengatakan sepengetahuan dirinya, Yusmin merupakan sosok yang biasa saja seperti halnya anggota polisi lainnya, tidak ada hal-hal yang mencolok. Namun, saat ditanya mengenai keterkaitan dengan kasus Novel, rekan Yusmin menolak berkomentar.

“Kalau itu langsung saja ke Humas Polda, kami tidak punya kapasitas itu,” ucapnya lagi.

Tribun kemudian mencoba untuk mengonfirmasi hal itu kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, namun hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban dari yang bersangkutan.

Adapun sepeda motor matic milik Bripka Muhammad Yusmin Ohorella sempat terlihat dalam Closed Circuit Television (CCTV) di kediaman Novel Baswedan.

Motor itu digunakan oleh Mukhlis dan Hasan Hunusalela beberapa hari sebelum kejadian penyiraman berlangsung.

Polisi mengatakan bahwa Yusmin memiliki kekerabatan dengan Mukhlis dan Hasan yang saat itu merupakan seorang informan bagi leasing untuk mengintai sepeda motor kredit yang dicuri atau tidak dapat dilunasi.

Ketiganya, diketahui juga merupakan tetangga dari satu kampung yang sama di Maluku Utara.

Polisi menjelaskan ketiganya sudah diperiksa, namun, dari alibi yang diberikan, ketiganya dinyatakan tidak terkait dalam kasus penyiraman air keras kepada Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan yang terjadi di dekat kediaman Novel pada medio April 2017 lalu.

103total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *