Polisi Masih Kejar Pelaku Hoax Telur Palsu

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) II Tindak Pidana Siber Mabes Polri Asep Saifudin menegaskan, viral mengenai telur palsu di DKI belum lama ini adalah hoaks. Kendati begitu, pihaknya belum mampu menangkap pelaku penyebaran video hoaks.

“Yang memviralkan sedang diselidiki. Ada yang sedang kita kejar,” kata Asep, dalam konferensi pers di PD Pasar Johar Baru, Jakpus, Selasa (27/3).

Dia menegaskan, pelaku bisa dijerat pidana sebagaimana yang diatur dalam UU ITE karena menyebarkan informasi palsu. Sedangkan Sahroni, sosok yang terekam dalam video viral tidak dijerat pidana karena dirinya bukan pihak yang menyebar video.

Asep menyatakan, hasil uji laboratorium yang diadakan Mabes Polri, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) dengan Food Station justru menegaskan video telur yang disebut palsu di Pasar Johar ternyata adalah telur asli.

“Bahwa setelah dilakukan pengecekan laboratorium hasilnya tidak palsu. Bahkan telur itu adalah telur yang sudah siap dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Asep mengakui di media sosial belakangan ini, marak informasi yang menunjukan, seolah-olah ada kelompok yang memproduksi telur palsu dan produknya sudah masuk ke Indonesia. Padahal, gambar-gambar dalam medsos itu adalah proses pembuatan telur mainan untuk anak-anak bukan telur untuk konsumsi masyarakat.

“Diviralkan seolah-olah ada telur palsu sehingga membut masyarakat seperti Sahroni percaya itu telur palsu. Padahal itu mainan yang diproduksi untuk mainan anak-anak,” ungkapnya.

Sahruni, yang turut hadir dalam konferensi pers itu menyatakan penyesalannya yang mendalam karena tindakannya mendatangi Pasar Johar Baru lalu menunjukan seolah-olah adanya telur palsu direkam dan menjadi viral hingga meresahkan masyarakat.

“Ini akibat ketidaktahuan saya. Karena saya mendapat informasi juga dari pesan-pesan WA (WhatsApp) makanya saya memberanikan ke pasar ternyata setelah diinvestigasikan, saya salah,” sesal Sahroni.

87total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *