Polisi Akan Panggil Paksa Bendahara Saracen di Boyolali

Tiga saksi dalam penyidikan kasus sindikat penyebar fitnah Saracen dipastikan tidak datang, termasuk terduga bendahara kelompok itu yang sudah dua kali mangkir.

“Hari ini seharusnya ada tiga orang yang diperiksa karena disebut sebagai bendahara Saracen. Satu dari Jateng (Boyolali), dua dari Jakarta dan Depok. Tiga-tiganya nggak hadir semua,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Senin (2/10).

Yang dari Boyolali beralasan baru menerima surat panggilan hari yang sama dan dia meminta dijadwal ulang. Sedangkan saksi di Jakarta dan Depok kompak mengaku sakit diare jadi minta ditunda, ujarnya.

“Yang sakit ada surat keterangan dokter dan satu lagi hanya kirim SMS minta dijadwal ulang. Lawyernya harus kirim surat resmi,” sambungnya.

Seperti diberitakan tiga orang itu adalah Mirda alias Retno, sedangkan dua lagi adalah Dwiyadi dan Riandini.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akan memanggil paksa bendahara Saracen bernama Mirda karena dia sudah tidak hadir dua kali.

Setyo juga menjelaskan jika tersangka utama Saracen, Jasriadi, dari hasil observasi ahli psikologi dinyatakan masih layak mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia tidak gila, ujarnya.

165total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *