Plt Gubernur Rohidin Mersyah Copot Kepala DKP Bengkulu

Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mencopot Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) setempat, EI dari jabatannya karena yang bersangkutan telah ditetapkan penyidik Reskrimsus Polda Bengkulu, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit kedelai tahun 2016 sebesar Rp 1,2 miliar.

Saat proyek pengadaan bibit kedelai dilaksanakan tersangka EI menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Bengkulu.

“Sesuai fakta integritas yang sudah ditandatangani pejabat di lingkup Pemprov Bengkulu, bila terlibat melakukan korupsi langsung dicopot, termasuk Kepala DKP Bengkulu,” kata Rohidin Mersyah, di Bengkulu, Minggu (29/10).

Ia mengatakan, pencopotan Kepala DKP Bengkulu ini juga dimaksudkan agar kegiatan di organisasi perangkat daerah (OPD) tidak terganggu. Karena itu, pihaknya segera menunjuk salah seorang pejabat untuk menjadi Plt Kepala DKP dalam waktu dekat.

Dengan adanya plt tersebut, maka tugas-tugas di DKP Provinsi Bengkulu, tidak terhambat. Sebab, jika Plt Kepala DKP tidak segera diisi secepatnya, maka berbagai program dan kegiatan di instansi ini akan terhambat, katanya.

“Karena itu, begitu Kepala DKP Bengkulu ditetapkan penyidik Polda setempat sebagai tersangka, maka yang bersangkutan langsung dicopot dari jabatan, dan segera ditunjuk Plt Kepala DKP setempat agar kegiatan instansi ini tidak terhambat,” ujarnya.

Pencopotan Kepala DKP Bengkulu, kata Rohidin Mersyah juga dimaksudkan agar yang bersangkutan fokus menjalani proses hukum yang menghadapinya.

“Yang jelas, para pejabat di lingkup Pemprov Bengkulu, sudah diikat dengan pakta integritas, sehingga jika pakta integritas dilanggar, maka risikonya dicopot dari jabatan,” ujarnya.

Seperti diketahui pekan lalu, penyidik Polda Bengkulu, telah menahan Kepala DKP, EI, dan dua tersangka lainnnya, yakni FR dan EB dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit kedelai tahun 2016 lalu.

Kasus ini berawal pada tahun 2016 lalu, Dinas Pertanian (Distan) Bengkulu, melakukan pengadaan puluhan ton bibit kedelai  senilai Rp 1,2 miliar.

Namun, dalam pelaksanaannya bibit kedelai yang diadakan oleh kontraktor tersebut, kualitasnya tidak sesuai dengan spek yang dibuat Distan Bengkulu, sehingga kontraktor diminta untuk mengganti bibit baru sesuai spek.

Namun, sampai tahun anggaran 2016 berakhir bibit kedelai tidak kunjung dipenuhi oleh kontraktor pelaksana. Padahal, uang muka sudah mereka cairkan sebesar 20 persen dari total proyek Rp 1,2 miliar.

Selain itu, uang muka yang sempat dicairkan tidak dikembalikan oleh kontraktor ke kas negara dengan alasan uang tersebut, sudah dibelikan ke bibit kedelai yang kualitasnya tidak sesuai spek tersebut.

Kasus ini diusut penyidik Reskrimsus Polda Bengkulu, dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pengecekan ke lapangan. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan itu, penyidik Polda Bengkulu menetapkan tiga tersangka, yakni Kepala DKP Bengkulu, EI, PPK, FR dan kontraktor pelaksana EB.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung melalui Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Herman mengatakan,
penahanan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit kedelai di Distan tahun 2016 lalu, sudah sesuai dengan komitmen Polda Bengkulu, tidak pandang bulu dalam penegakan hukum.

Penahanan ini dilakukan karena sudah melalui penyelidikan dan pengembangan, serta melakukan beberapa kali pemeriksaan terhadap para tersangka. Dari pemeriksaan itu, penyidik menemukan bukti bahwa para tersangka terlibat dalam dugaan korupsi tersebut.

“Atas bukti tersebut, penyidik selain menetapkan sebagai tersangka juga melakukan penahanan. Hal ini dilakukan agar proyek penyidikan selanjutnya dapat berjalan lancar sesuai harapan,” kata Coki.

159total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *