Pilkada 3 Kabupaten di Sulteng, 74.215 Warga Terancam Kehilangan Hak Pilih

Sebanyak 74.215 warga di tiga kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang akan menyelenggarakan Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018 terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

“Total ada 74.215 jiwa warga terancam tidak bisa memilih karena belum memiliki e-KTP maupun surat keterangan (suket) dari Dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil). Jumlah itu tersebar di Kabupaten Donggala, Parigi Moutong dan Morowali,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng, Sahran Raden, Selasa (3/4).

Sahran merincikan, jumlah tertinggi terdapat di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 40.545 warga, Donggala 25.752, dan Morowali 7.918 orang.

Menurutnya, jumlah tersebut cukup fantastis sehingga KPU meminta dinas dukcapil segera melakukan perekaman warga yang belum terdaftar dan memberikan suket sebagai persyaratan untuk bisa memilih.

“Kami sudah menyurat ke dukcapil provinsi agar segera melakukan koordinasi denga dukcapil di tiga daerah ini. Jika sampai batas waktu belum terselesaikan masalahnya, KPU langsung melakukan koordinasi dengan menteri dalam negeri,” ujarnya.

Untuk data pemilih pada Pemilu 2019 mendatang lanjut Sahran, akan lebih besar lagi jumlahnya mengingat masih ada 10 kabupaten dan kota di Sulteng yang belum dilakukan pencocokan dan penelitian oleh petugas pemutahiran data pemilih.

Komisioner KPU Sulteng, Ramlan mengatakan, syarat bisa memilih di pilkada maupun pemilu 2019 adalah harus memiliki e-KTP atau suket yang dikeluarkan oleh dukcapil. “Jika warga yang merupakan wajib pilih, tidak memiliki e-KTP dan suket maka yang bersangkutan tidak bisa menggunakan hak suaranya,” tegas Ramlan.

Dia berharap, dukcapil di daerah segera melakukan perekaman bagi warga yang belum memiliki e-KTP atau mengeluarkan suket.

70total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *