Pilgub NTT, Ketahanan Pangan Masyarakat Jadi Fokus Pasangan Esthon-Chtis

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon Foenay-Chris Rotok memastikan akan fokus menjaga kondisi ketahanan pangan masyarakat demi menstabilkan konsumsi pangan dalam rumah tangga.

“Masyarakat tidak boleh kekurangan bahkan ketiadaan pangan dalam rumah tangga yang bisa berdampak pada kelaparan. Kecukupan pangan harus tetap tersedia dalam rumah tangga setiap orang,” kata Esthon Foenay kepada Okezone di Kupang Rabu (29/11/2017).

Hal tersebut menjawab langkahnya memberi kecukupan pangan dalam rumah tangga masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu semasa kepemimpinanya lima tahun nanti.

Pihaknya meyakini memiliki formula menjaga ketahanan pangan dalam rumah tangga. Salah satunya dengan meningkatkan produksi pertanian di mana hampir 50 persen lebih masyarakat yang berada di seribu pulau provinsi ini bergelut dalam sektor pertanian.

Karena itu, segala cara akan dilakukan agar produktivitas hasil pertanian akan terus tersedia bahkan dipacu untuk bertambah. Penyediaan bibit pertanian gratis akan didorong agar tidak lagi membikin petani kesulitan bibit dan benih.

Perbaikan dan prnambahan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan sumber air baku berupa bendungan akan didorong. Dengan demikian maka bisa dipastikan produksi petani akan terus bertambah. “Jika produksi bertambah maka tentu ketersediaannya dalam rumah tangga untuk konsumsi pasti akan tersedia,” katanya.

Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 itu menambahkan, selain menjaga stabilitas produksi pertanian, pola distribusi di tingkat pengecer di pasaran juga harus dijaga. Dengan distribusi lancar, akses masyarakat mendapatkan bahan pangan bisa lebih mudah.

Pemerintah akan terus memantau pusat-pusat distribusi dan para distributor pangan di pasaran agar tidak seenaknya bermain dalam penyaluran. Badan urusan logistik (Bulog) yang diberinkewenangan menjadi pemasok beras dan sejumlah komuditas, akan disuport untuk bisa menjadi pemasok yang benar-benar bisa menjamin ketersrdiaan pangan masyarakat untuk kepentingan ketahanan pangan dalam rumah tangga.

Dalam konteks ini, semua elemen masyarakat serta stakeholder terkait diharap dukungan demi target yang dicita-citakan itu. “Dan kami yakin kami akan mampu melaksanakan hal itu. Kami punya pengalaman itu,” terangnya.

Untuk diketahui, Esthon Foenay-Chtis Rotok adalah duet birokrat yang masing-masingnya memiliki pengalaman mumpuni dalam memimpin masyarakat dan telah terbukti menjaga stabilitas pangan masyarakat dalam rumah tangga.

Chris Rotok yang pernah menjabat sebagai Bupati Manggarai di Pulau Flores bahkan pernah menjadikan daerahnya surplus pangan dan menjadi salah satu sentra penghasil padi di Provinsi NTT. Dengan pengalaman tersebut diyakini duet usungan Partai Gerindra, PAN dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu mampu menjaga stabilitas oangan masyarakat selaksa nusa di masa kepemimpinannya jika terpilih dalam ajang pemilihan gubernur pada Juni 2018 mendatang.

133total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *