Pilgub Jateng Terkesan Sepi karena Kuatnya Dominasi PDIP

Suasana menjelang Pilgub Jateng terkesan relatif sepi dibandingkan dengan Pilgub di Jawa Barat atau bahkan DKI. Salah satu penyebabnya, karena kuatnya dominasi PDIP di daerah yang disebut-sebut “kandang Banteng” tersebut.

“Dominasi PDIP di Jateng masih sangat kuat. Hal itu membuat parpol-parpol lain tak cukup nyalinya untuk bertarung melawan calon yang diusung PDIP,” demikian ditegaskan analis politik dan kebijakan publik dari Universitas Diponegoro Teguh Yuwono kepada Suara Pembaruan di Semarang, Jumat (27/10).

Menurut Teguh, dominasi partai berlambang banteng moncong putih di Jawa Tengah itu terbilang sangat kuat, terbukti dari pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang telah digelar beberapa waktu lalu.

“Hingga kini, baru PDIP yang menggelar pendaftaran dan diikuti banyak kandidat. Sedangkan parpol lain tak punya nyali untuk membuka pendaftaran,” tegas dosen Magister Ilmu Politik Undip ini.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pembangunan Daerah (LPPD) ini menegaskan, ciutnya nyali parpol-parpol lain itu juga disebabkan karena majunya kembali petahana, yakni Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko dalam Pilgub Jateng tahun depan.

“Secara faktual, petahana yang maju kembali, 80 persen pasti kembali menang. Ditambah lagi, elektabilitas petahana yang masih tinggi. Elektabilitas Ganjar Pranowo saat ini berada di angka 54 persen. Itu sangat tinggi, dan sulit ditandingi calon lain,” tegasnya.

Teguh menilai, tingginya elektabilitas Ganjar membuat posisi partai lain sulit. Gerindra yang sudah mulai memunculkan nama Sudirman Said pun belum mampu menandingi Ganjar.

“Elektabilitas dan popularitas Sudirman Said masih sangat kecil, jauh sekali dibandingkan elektabilitas dan popularitas Ganjar. Popularitas Ganjar mencapai 80 persen,” tegasnya.

Meski Ganjar digoyang isu dugaan korupsi E-KTP, namun berdasarkan survei Populi Center pada Mei 2017 lalu, sebanyak 40,9 persen masyarakat Jateng menyatakan tidak percaya orang nomor satu di Jateng itu terlibat.

Banyaknya masyarakat Jateng yang tidak percaya keterlibatan Ganjar dalam dugaan kasus korupsi E-KTP itu berbanding lurus dengan elektabilitas Ganjar yang masih tinggi.

Saat ditanya apakah koalisi Gerindra-PKS yang menang dalam Pilkada DKI akan kembali mengulang sukses di Pilkada Jateng, Teguh menegaskan, hal itu mustahil.

“Pilkada DKI berbeda dengan Pilkada Jateng. Di Jateng, pengaruh sosmed sangat kecil hanya lima persen. Loyalitas rakyat Jateng terhadap PDIP pun sangat tinggi. Maka, dominasi PDIP sangat kuat, sehingga nyaris tak ada figur yang mampu menandingi calon yang diusung PDIP,” tegasnya.

152total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *