Pertukaran Data AEoI Harus Berikan Manfaat

Saat berbicara di Leaders’ Retreat Sesi II, Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Hamburg, Jerman, Presiden Joko Widodo menyampaikan dua tema, yakni tentang perdagangan global dan pertumbuhan serta pembangunan berkelanjutan, perubahan klim dan ketahanan energi.

Untuk tema perdagangan bebas dan pertumbuhan, satu fokus yang disampaikan oleh Presiden adalah mengenai reformasi pajak.

Presiden mengapresiasi upaya Organization for Economic Cooperation & Development (OECD) dan negara G20 dalam mengatasi Base Erosion Profit Shifting (BEPS), memfasilitasi Automatic Exchange of Information (AEoI), dan mengimplementasi Multilateral Instrument (MLI).

“Indonesia baru menyelesaikan program tax amnesty sebagai bagian reformasi perpajakan. Dari USD366 miliar aset yang diungkap, sekitar 21% adalah aset yang disembunyikan di luar negeri,” ucap Presiden, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (8/7/2017).

Kita, lanjut Presiden, harus memastikan bahwa AEoI dapat mengembalikan kewajiban wajib pajak ke negaranya dan memastikan pertukaran data yang memberikan manfaat.

Di akhir sambutannya, Presiden menegaskan agar negara-negara G20, tidak boleh mundur dari komitmen Agenda 2030 yakni tentang pengendalian perubahan iklim dan transisi energi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam Leaders’ Retreat sesi II tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Sherpa.

186total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *