Perencanaan DPR Dipandang Inkonsisten

0

Koordinator Lingkar Masyarakat Madani (Lima) Ray Rangkuti mengemukakan ada inkonsistensi dari perencanaan pembangunan di DPR. Tidak jelas mana yang menjadi prioritas dan harus diperjuangkan.

“Wacanannya berubah-ubah. Tidak konsisten. Itu menunjukkan memang tidak ada perencanaan yang serius,” kata Ray dalam diskusi bertema “DPR Indonesia: Buruk Kinerja, Rendah Kepercayaan, Tapi Dana Fasilitas Terus Membengkak di Jakarta, Senin (14/8). Tampil pula sebagai pembicara Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam dan peneliti dari Formappi Lusius Karus.

Ray menanggapi wacana pembangunan apartemen yang disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Dia menolak keras rencana tersebut karena hanya menghabiskan anggaran negara, sementara prestasi sangat minim.

Ia menjelaskan DPR periode sekarang banyak mengeluarkan rencana yang berubah-ubah. Mulai dari rencana membangun gedung untuk ruang kerja. Setelah ditolak masyarakat, lalu mewacanakan pembangunan perpustakaan yang diklaim terbaik untuk ukuran Asia. Kemudian berubah lagi ingin membangun alun-alun dan kolam renang. Kini, muncul usulan baru yaitu membangun apartemen.

“Ini kelihatannya bukan direncanakan secara matang dan melalui kajian. Tampaknya supaya ada proyek saja. Dengan demikian ada anggota yang mendapatkan bagian dari proyek tersebut,” jelas Ray.

Hal senada disampaikan Lusius Karus. Menurunya, wacana membangun apartemen hanya ingin mendapatkan fee dari proyek yang dikerjakan. Setelah serangkaian rencana gagal dilakukan, pembangunan apartemen diharapkan bisa terwujud sebagai prestasi DPR periode sekarang.

Dia merasa sanksi bahwa pembangunan apartemen tersebut akan meningkatkan kinerja DPR karena tidak terhambat kemacetan. Menurutnya, perilaku anggota DPR memang malas dan sibuk mengurusi bisnis pribadi.

“Kemacetan bukan penghalang prestasi. Siapa pun yang tinggal di Jakarta sudah harus bisa mengatur jadwal agar tepat waktu sampai di kantor. Jadi mau membangun apartemen dekat kantor DPR pun tidak menjamin prestasi DPR meningkat karena sistem dan budaya di DPR membawa anggotanya malas,” ujar Lusius.

55total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply