Peran Perempuan Ikut Mendukung Keberhasilan Tugas TNI

Dalam era modern seperti saat ini, kaum perempuan harus bisa menjadi pemimpin yang mampu memberikan contoh untuk ditiru dan dijadikan panutan oleh masyarakat.

Hal tersebut diutarakan Istri Menteri Pertahahan (Menhan), Nora Ryamizard Ryacudu, dalam pidatonya di Musyawarah Nasional Dharma Pertiwi ke-13 Tahun 2018, di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (25/1).

“Pemimpin bukan ditakuti tapi dimaknai. Ibu-ibu zaman now adalah pemimpin yang mampu memberikan contoh untuk ditiru dan dijadikan panutan secara konsisten dan memegang komitmen,” kata Nora di hadapan ratusan peserta Munas.

Nora yang juga menjabat sebagai Ketua bidang Sosial Budaya Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE), juga berpesan agar setiap ibu dapat membentuk anak-anaknya agar memiliki iman dan takwa yang tinggi.

Tidak hanya itu, Nora juga mengingatkan, pentingnya seorang istri bagi pendamping suami yang setiap harinya berkerja sebagai TNI. Dalam bertugas menjaga keutuhan NKRI dukungan Istri dan keluarga akan sangat berguna.”Di tengah tugas TNI yang kian kompleks seiring perkembangan, dibutuhkan dukungan terutama dari pihak keluarga terutama seorang istri,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto mengakui, selain melaksanakan peran sebagai seorang Ibu, anggota Dharma Pertiwi juga menjalankan peran sebagai organisator. “Yaitu pengurus Organisasi baik Dharma Pertiwi, persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini dan IKKT Pragati Wira Anggini,” kata Nanny Hadi Tjahjanto.

Menurutnya, dalam suatu organisasi, peran aktif anggota menentukan kemajuan atau mundurnya organisasi, hal ini juga tergantung dari keseriusan dan kemampuan sumber daya manusianya. “Untuk menunjang pelaksanaan peran seorang organisator, wawasan dan pengetahuan Ibu-ibu anggota Sharma Pertiwi harus maju,” ucapnya.

96total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *