Pengamat: PKB Akan Merapat ke Jokowi

Analis politik dari Eksposit Strategic, Arif Susanto, memprediksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan tetap merapat ke Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2019. Alasannya, PKB biasanya selalu merapat kepada kekuatan besar.

“Meskipun hingga kini belum menentukan sikap, tetapi peluang lebih besar tampaknya PKB akan mendukung Jokowi sebagai Capres 2019,” kata Arif di Jakarta, Kamis (1/3) malam.

Arif menjelaskan, sejak Pilpres 2004, PKB selalu memihak kekuatan terbesar dan menjadi bagian pemerintahan berkuasa. Dengan fakta tersebut, sulit bagi PKB menjauh dari kekuasaan. Pada sisi lain, dalam Pilkada Serentak di banyak daerah, terutama pada 2018, PKB tampak nyaman berkoalisi dengan PDIP.

“PKB saat ini berupaya melakukan konsolidasi secara internal sembari menguatkan koalisi untuk pemenangan calon yang didukungnya di berbagai daerah dalam Pilkada Serentak. Hal ini diyakini dapat menaikkan posisi tawar mereka terkait Pilpres 2019. Keberhasilan untuk mendapat posisi cukup kuat dalam pemerintahan Jokowi agaknya meningkatkan kepercayaan diri mereka,” ujar pengajar pada Universitas Paramadina ini.

Menurut Arif, fakta bahwa dua nama Capres terpopuler, Jokowi dan Prabowo, sama-sama merepresentasikan figur nasionalis, tampaknya disadari betul oleh PKB. Dengan legasi Gus Dur dan dukungan dari kalangan NU, PKB dapat mengklaim sebagai representasi kekuatan politik Islam. Sesuatu yang sangat dibutuhkan sebagai perimbangan dukungan bagi seorang Capres nasionalis.

Dengan situasi semacam itu, PKB bukan hanya mulai berani memasang target tinggi untuk Pemilu Legislatif 2019. Lebih daripada itu, PKB akan mengulang strategi lamanya berhadapan dengan Pilpres 2019 yaitu, melempar wacana untuk mengusung calon internal, tetapi kemudian merapat bergandeng tangan dengan koalisi lebih besar demi memperlebar peluang menang. “Ini strategi lama PKB,” tutup Arif.

104total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *