Peneliti Korsel Rilis Bukti Video Pertama Budak Seks Jepang

0

Tim peneliti di Seoul National University merilis rekaman yang disebut-sebut sebagai bukti pertama wanita penghibur yang dipaksa bekerja sebagai budak seks oleh tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Isu budak seks tersebut menjadi sengketa dalam hubungan Tokyo dengan Korea Selatan (Korsel).

Rekaman video tersebut diketahui diambil oleh tentara Amerika Serikat (AS) di China. Klip itu ditemukan oleh tim peneliti Seoul National University dari arsip-arsip Negeri Paman Sam. Video berdurasi 18 detik itu menunjukkan sejumlah perempuan tengah berbincang dengan seorang tentara China.

Diwartakan BBC, Selasa (11/7/2017), aktivis Korsel memperkirakan 200 ribu perempuan dipaksa bekerja sebagai budak seks di rumah-rumah bordil untuk memuaskan nafsu militer Jepang. Mereka tidak hanya berasal dari Korea, tetapi juga China, Filipina, Taiwan, dan bahkan Indonesia.

Selama ini, bukti-bukti perempuan yang dipaksa menjadi budak seks selama Perang Dunia II hanya berupa foto atau kesaksian saja. Video tersebut merupakan bukti otentik pertama akan klaim budak seks.

Tim peneliti mengatakan, video tersebut direkam di Provinsi Yunnan yang sebelumnya dijajah Jepang. Ketujuh orang perempuan itu dibebaskan pada 1944. Tentara yang berbicara dengan mereka diketahui berpangkat kapten dalam pasukan bersama China-AS.

Isu budak seks merupakan penghambat utama hubungan Negeri Ginseng dengan Negeri Matahari Terbit. Jepang hingga hari ini belum memberikan permintaan maaf serta kompensasi yang memadai.

Negeri Sakura bahkan memulangkan duta besarnya dari Korsel karena sebuah patung wanita penghibur berdiri di depan kantor konsulat di Busan. Patung serupa juga didirikan di luar Kedutaan Besar Jepang di Ibu Kota Seoul. Tokyo berulang kali meminta agar kedua patung segera dipindahkan.

168total visits,2visits today

Share.

About Author

Leave A Reply