Pemilik 13 Paket Sabu Diringkus Anggota Polda Bengkulu

Seorang pemilik 13 paket sabu, dan sekaligus sebagai pengedar barang haram tersebut, MN (38), berhasil diringkus anggota Unit Narkoba, Polda Bengkulu, di kawasan Jalan Rustandi, Kota Bengkulu, pada Sabtu (9/9) malam.

Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno, di Bengkulu, Minggu (10/9) membenarkan anggota Unit Narkuorba Polda Bengkulu, telah mengamankan satu orang pengedar narkotika jenis sabu.

Dari tangan warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma itu polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 13 paket sabu ukuran kecil. Diduga barang haram ini akan dipasarkan kepada pelanggannya di Kota Bengkulu dan sekitarnya.

“Tersangka MN berikut barang bukti sebanyak 13 paket sabu ukuran kecil diamankan di Mapolda Bengkulu, untuk kepentingan proses penyidikan selanjutnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, barang bukti sabu yang diamankan dari tersangka sebanyak 13 paket itu, pertama kali disita dari MN sebanyak tiga paket dan setelah dilakukan pemeriksaan mendalam ditemukan lagi sebanyak 10 paket sabu di rumahnya.

Tersangka MN diringkus anggota Reskrim Unit Narkoba, Polda Bengkulu berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Dari informasi masyarakat yang disampaikan ke polisi, selama ini tersangka MN sering menjual sabu di Kota Bengkulu.

“Informasi tersebut langsung disikapi dengan melakukan penyelidikan di lapangan dan akhirnya berhasil meringkus tersangka di kawasan Jalan Rustandi, Kota Bengkulu, Sabtu (9/9) lalu,” ujarnya.

Mantan Kapolres Kepahiang ini menambahkan, polisi selain mengamankan dari tersangka MN sebanyak 13 paket sabu juga menyita barang bukti lainnya berupa telepon seluler, dan beberapa lembar kantong plastik ukuran kecil untuk membungkus sabu yang akan dipasarkan ke pelanggannya.

Saat ini, tersangka MN masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolda Bengkulu, guna mengungkapkan jaringan pemasaran mereka di daerah ini, serta bandar tempat tersangka mendapatkan barang haram tersebut.

“Hasil pemeriksaan MN kita kembangkan di lapangan guna meringkus bandar tempat tersangka mengambil sabu tersebut. Kita yakin bandar tempat MN mengambil sabu berada di Bengkulu,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diharapkan bandar tempat MN mengambil sabu dapat diringkus dalam waktu dekat ini. Demikian pula asal sabu yang mereka edarkan di Bengkulu, dapat terungkap secepatnya.

“Yang jelas, jajaran Polda Bengkulu menyatakan perang terhadap narkoba. Siapa pun pengguna, pengedar dan bandar yang tertangkap diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Di hadapan penyidik, tersangka mengaku baru pertama kali mengendarkan barang haram tersebut. Sabu tersebut dijual tersangka kepada pelanggannya bervariasi antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per paket.

Tersangka dikenakan melanggar pasal 114 ayat (1) Sub 112 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Pasal ini akan kita terapkan kepada tersangka MN karena terbukti menyimpan dan sekaligus sebagai pengedar narkoba,” ujarnya.

162total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *