Pemagang Indonesia Kaget Pria Jepang Kerja Lembur hingga Berjam-jam Lamanya

Dua pemagang wanita Indonesia, Alin Indriani (24) dan Iku Oktama Christie (25) merasa kaget melihat kerja pria Jepang lembur sampai berjam-jam di tempat kerjanya di Institut Pusat Penelitian Nicca Chemical yang berada di Fukui, menghadap ke Laut Jepang dan tetangga Kyoto.

“Saya belajar mengenai proses pabrik dan ternyata cukup kaget juga melihat para pekerja Jepang yang mau bekerja sampai lembur sampai malam hari,” kata Alin.

 Alin mengaku sulit untuk menolak permintaan dari pemberi kerjanya.

“Saya tentu tidak akan bicara ‘No’ terhadap permintaan klien saya. Saya selalu mengulangi semua uji coba agar dapat memberikan jawaban yang terbaik nantinya dari penelitian yang saya lakukan. Itu yang saya pikirkan supaya bisa menghasilkan suatu penelitian yang terbaik,” kata Alin.

Sedangkan Iku melihatnya dari segi kewanitaan yang terjadi di Jepang.

“Kalau di Indonesia cuti hamil bisa sampai 3 bulan ya, tentu enak sekali ya wanita Jepang. Jepang memang cukup baik soal cuti hamil bagi wanita dan cukup waktu pula untuk waktu mengurus menangani anaknya yang baru lahir. Tentu saja kalau sudah bekerja akan bekerja dengan sebaiknya,” kata Iku.

Sementara waktu kerja pria Jepang di rumah sangat pendek dibandingkan negara lain.

Menurut Buku Putih Kesehatan dan Kesamaan Gender dari Kantor Kabinet Jepang, para pria bekerja di rumah rata-rata hanya satu jam per hari.

Sedangkan Perancis rata-rata dua setengah jam per hari dan pria Inggris dan Amerika Serikat rata-rata sekitar 3 jam.

Sementara pekerja dari Bangladesh, Muhammad Ilias (34) menyatakan senang kerja di Jepang tetapi yang membuat istrinya marah kalau dia berlama-lama kerja di kantor.

“Ayo cepat pulang,” kata sang istri seperti ditirukan oleh ayah dari tiga anak itu.

Itulah sebabnya Ilias cepat pulang jam 5 sore dan segera bermain dengan anak serta memasak menyiapkan makan malam untuk keluarganya bersama sang istri.

79total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *