Pelaku Persekusi Mario Tertangkap, FPI Berusaha Ngeles Dan Berbohong

0

BANGNAPI.COM, Jakarta – Akhirnya polisi benar-benar menepati janjinya dalam kasus penganiayaan anak di bawah umur (15 tahun) bernama Putra Mario Alfian oleh para pengikut FPI dengan menangkap dua orang dari beberapa orang yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Dalam video yang diunggah ke Youtube, jelas-jelas terekam kebiadaban pengikut FPI memukul dan menempeleng seorang anak di bawah umur serta berkata-kata yang tidak pantas yang cenderung mengandung SARA.

Setelah polisi berhasil menangkap kedua orang pengikut FPI tersebut, FPI melakukan konfirmasi. Dalam konfirmasi yang dilakukan oleh FPI, banyak keanehan yang muncul.

Pertama, ketika si Novel (penggagas Fitsa Hats) dikonfirmasi oleh presenter TV One tanggal 1 Juni 2017 (kalau tidak salah di acara Apa Kabar Indonesia), dia membantah bahwa pelaku persekusi terhadap Putra Mario Alfian adalah anggota FPI. Juru Bicara FPI Slamet Maarif juga membantahnya. Namun yang mengherankan penulis, kalau memang bukan anggota FPI, kenapa BHF (Badan Hukum Front) yang merupakan lembaga bantuan hukum FPI sampai repot-repot membela orang yang bukan anggotanya? Kalau bukan anggota FPI, kenapa kedua orang yang ditangkap ini sangat antusias membela panutannya? Maaf, logikanya tidak nyambung kalau kedua orang itu bukan anggota FPI. Apalagi salah satunya yang bernama Muzieb Ariwibowo di akun facebooknya (https://web.facebook.com/muzieb.sintiaelpurple) jelas-jelas menunjukkan bahwa dia adalah anggota FPI. Dan bisa diduga, ketika artikel ini dibuat, akunnya banyak dicerca netizen akibat perbuatan pengecutnya. Di foto terlihat seperti pendekar, tapi beraninya main keroyokan melawan anak di bawah umur.

Kedua, Juru Bicara FPI Slamet Maarif menuduh kalau penangkapan dua orang ini sebagai penggiringan opini untuk menghancurkan FPI dan polisi seharusnya menangkap anak yang menghina ulama itu biar jera. Benar-benar tipikal pengikut FPI sejati, manusia tanpa otak. Penggiringan opini apa? Jangan bilang itu video editan karena anggota kalian sendiri yang unggah video itu. Apa yang ditulis oleh Putra Mario Alfian adalah bentuk haknya dalam menyatakan pendapatnya, apalagi yang ditulisnya tidak jauh dari kenyataan yang sebenarnya. Siapa yang bisa membantah kalau panutan FPI kabur dari hukum? Dengan kabur dari hukum, apakah salah kalau banyak yang mencibirnya sebagai pengecut? Orang pengecut kok dijadikan panutan? Kalau tidak mau dicibir, suruh Rizieq Shihab menghadapi proses hukum secara jantan seperti Ahok. Itu pemikiran saya yang normal, sayangnya orang-orang FPI itu tidak bisa berpikir normal, mereka malah meniru panutannya dengan bertindak seperti pengecut dengan mengintimidasi perempuan dan anak-anak, kelompok yang lemah dan tidak berdaya. Kalau tindakan ini sudah jelas-jelas melanggar hukum, apalagi dilakukan terhadap anak yang di bawah umur. Benar-benar tindakan manusia berkarakter pengecut. Dan itu pun masih kurang, menghadapi kaum lemah itu pun dengan cara mengeroyok. Lengkap deh, FPI benar-benar golongan pengecut kuadrat.

Ketiga, Juru Bicara FPI Slamet Maarif mengatakan bahwa kedua orang yang ditangkap tersebut adalah masyarakat yang turut tak terima dengan perilaku PMA yang dianggap menghina pimpinan FPI Rizieq Shihab, itu masyarakat yang tak terima ada anak menghina ulama dan menantang umat islam, FPI hadir (saat itu) untuk memastikan tak ada main hakim sendiri. FPI hadir untuk memastikan tak ada main hakim sendiri? Jangan membuat saya muntah darah, kasus persekusi terhadap dokter Fiera Lovita masih segar di ingatan banyak orang. Saya bisa mengatakan dengan seyakin-yakinnya bahwa pernyataan itu adalah kebohongan mutlak. Tidak usah jauh-jauh, Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F. Kurniawan sendiri yang mengatakan bahwa saat ini MPA telah dievakuasi dari rumahnya di Cipinang Muara untuk menghindari intimidasi dari FPI. Sekarang mana yang lebih bisa dipercaya? Perkataan seorang Kasub Polda Metro Jaya atau Juru Bicara FPI? Tidak cukup itu saja, dari invetigasi yang dilakukan oleh Infoteratas.com, mereka berhasil mendapatkan nara sumber yang bisa menjelaskan kejadian yang sebenarnya dari Bapak AF dan ternyata berbeda 180 derajat dengan yang dikatakan Juru Bicara FPI, proses awalnya pun diawali dengan kebohongan dengan mengatakan bahwa mereka menangkap pencuri.

Awalnya dibilang ada maling ketangkap. Dua pegawai saya melaporkan ke saya. tetapi setelah saya datang dan melihat, kok maling model begitu. Lha setelah lihat video yang viral di FP mak lambe turah, saya baru ngeh. Rupanya mereka bilang begitu supaya rame dan mengatas namakan umat islam seperti di video tersebut. padahal kenyataannya info yang beredar di wilayah saya, maling ketangkep. Mereka berbohong maling ketangkep untuk mengumpulkan massa, tetapi kenyataanya berbeda.

Salahkah saya kalau mengatakan bahwa FPI adalah kelompok orang-orang pengecut? Mereka hanya berani mengintimidasi orang-orang yang lemah, seperti perempuan dan anak di bawah umur. Tidak cukup itu saja, saking pengecutnya mereka, dalam menghadapi kaum lemah itu pun mereka melakukan pengeroyokan. Masih kurang? Ya, masih kurang, karena di bulan puasa ini, golongan FPI sama sekali tidak ragu melakukan kebohongan, padahal saya saja yang non muslim tahu, bagi umat muslim di bulan puasa ini semua amalan akan digandakan dan itu juga berlaku terhadap dosa, juga akan digandakan. Bukannya menambah pahala, malah menambah dosa di bulan suci orang muslim ini.

Saya berharap agar pemerintah segera bertindak tegas dengan membubarkan FPI sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi yang akan segera membubarkan beberapa ormas yang anti Pancasila dan meresahkan masyarakat. Kedua syarat itu sudah terpenuhi oleh FPI karena jelas-jelas FPI meresahkan masyarakat dan pemimpinnya menistakan Pancasila. Presiden Jokowi, tunggu apa lagi? BUBARKAN FPI, KAMI RAKYAT INDONESIA MENDUKUNGMU!

sumber :
http://www.infoteratas.com/2017/06/saksi-mata-ini-bongkar-rencana-licik.html

https://metro.tempo.co/read/news/2017/06/01/064880706/polisi-tangkap-dua-terduga-pelaku-persekusi-di-jakarta-timur

945total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply