PDIP Curigai Sudirman Said Punya ‘Ilmu Lain’ Kalahkan Ganjar

Partai Gerindra mengaku senang dengan hasil survei elektabilitas Sudirman Said-Ida Fauziyah, calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah. Meski masih kalah tenar dari rivalnya, Ganjar Pranowo-Taj Yasin, elektabilitas Sudirman-Ida menunjukkan kenaikan yang signifikan.

“Ini pelecut bagi kami. Kalau Sudirman Said masih kalah populer dari Ganjar Pranowo, ya, wajar karena beliau kan petahana,” kata Sekretaris Partai Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, di Semarang pada Senin, 26 Maret 2018.

Berdasarkan survei yang dirilis PDIP, elektabilitas Sudirman-Ida mencapai 22 persen, sedangkan Ganjar-Yasin mencapai 88 persen. Meski kalah jauh, Sriyanto menganggap itu hasil menggembirakan. Sebab, sebulan lalu, elektabilitas Sudirman-Ida masih 11 persen.

“Patut dicermati dari survei internal PDIP, berarti elektabilitas SS (Sudirman Said) sekarang ada kenaikan seratus persen. Jadi patut dihargai sebagai pelecut semangat untuk terus bergerak menembus akar rumput masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Dia justru mencermati berdasarkan survei PDIP pula, elektabilitas Ganjar Pranowo cenderung menurun. Karena itu, Gerindra dan partai koalisi tetap optimistis mampu bekerja maksimal untuk memenangkan Sudirman-Ida dengan terjun ke daerah-daerah untuk bersinergi dengan para relawan.

Berdasarkan pengalamannya dalam memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, ia yakin hal serupa bakal terjadi di Jawa Tengah di tahun ini.

“Kami punya pengalaman berharga di mana saat semua survei Pilkada DKI mengunggulkan Ahok, nyatanya Anies-Sandi yang diusung Gerindra bisa menang,” ujarnya.

PDIP waspada

PDIP menyatakan tak jumawa dengan hasil survei yang memosisikan Ganjar-Yasin masih tak terkalahkan. Partai itu justru tengah mempelajari pemenangan lawan yang hingga kini belum terbaca, namun pergerakannya mulai mencemaskan.

“Saya khawatir SS (Sudirman Said) punya ilmu lain yang enggak saya paham. Kalau pertempuran konvensional, kader-kader kami ini belum bertempur sekali. Baru bergerak natural saja. Yang jadi masalah kami jadi bagian petahana. Gerakan kami tergantung gerak lawan,” Ketua PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu pun tetap waspada jika suatu saat ada kejutan dari pasangan rivalnya. Bahkan, PDIP kini berguru ke Korea Selatan untuk mempelajari strategi pemenangan pemilu presiden yang digelar pada 2013 dan 2017.

“Kami sedang belajar pemenangan¬†Pilpres 2013 di Korsel dengan tiga pasang yang bertarung. Itu ilmu baru yang kami pelajari di sana,” katanya.

205total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *