PDIP Ajak Tokoh Masyarakat, Insan Pers dan Aktivis Medsos Utamakan Jiwa Positif Bangsa

0

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, HastoKristiyanto mengajak seluruh pihak, khususnya para tokoh masyarakat, untuk menjadikan halalbihalal di Idulfitri ini sebagai momentum menyatukan diri menolak berbagai bentuk fitnah dan ucapan yang merendahkan pihak lain (hate speech).

“Idulfitri tidak hanya momentum untuk saling bermaaf-maafan. Idulfitri sudah menjadi peristiwa kebudayaan, dan di situlah peradaban Islam masuk dalam seluruh relung kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Hasto.

Pria kelahiran Yogyakarta 50 tahun yang lalu ini mengatakan, PDI Perjuangan ingin seluruh tokoh masyarakat menjadi contoh pemersatu dalam gerakan melawan berbagai ucapan yang menghina atau merendahkan pihak lain.

“Dalam menghadapi tantangan bangsa yang tidak ringan ini, mari kita ciptakan energi positif dengan memberikan dukungan pada pemerintahan Pak Jokowi yang telah terpilih secara sah dan mendapatkan dukungan kuat rakyat. Pak Jokowi adalah sosok Presiden yang jujur dan pekerja keras. Tugas beliau tidak ringan. Dengan kepemimpinan yang merakyat, ditambanh dengan dukungan kita ke pemerintahan ini, maka kemakmuran rakyat akan cepat tercapai,” ujarnya.

Hasto juga memberi pesan kepada seluruh insan pers, dan aktivis media sosial, agar momentum lebaran ini menjadi saat untuk membangun kerja sama, bergotong royong untuk mengalirkan pemberitaan yang positif bagi seluruh bangsa.

“Pemberitaan dari wartawan dan jagat sosial media saat ini harus menjadi cermin jiwa bangsa Indonesia. Pers selain cermin peradaban suatu bangsa, juga memberi fungsi pendidikan, dan cara menyampaikan pandangan suatu bangsa. Dari surat kabar misalnya, kita bisa melihat mental-food, makanan jiwanya sebuah bangsa. Pendeknya seluruh insan pers termasuk jagat sosial media sebaiknya ikut berjuang menggambarkan taraf kematangan kebudayaan bangsa Indonesia yang sebenarnya penuh dengan nilai-nilai keutamaan,” ucap Hasto sambil mengutip beberapa pernyataan Bung Karno tentang pers sebagai cermin peradaban bangsa.

“Marilah kita wujudkan suatu kultur komunikasi yang positif dan memberi nilai tambah bagi pematangan peradaban bangsa Indonesia,” pungkas Hasto.

123total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply