Partai Demokrat Duga Kriminalisasi Cagubnya di Kaltim

Rapat darurat Partai Demokrat membahas mengenai indikasi kriminalisasi terhadap calon gubernur (cagub) yang diusung pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim). Diketahui, Demokrat mengusung Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sebagai cagub dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menjadi calon wakil gubernur (cawagub).

Menurut Sekretaris Jenderal Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, Syaharie sempat dipanggil oleh partai politik (parpol) tertentu. Tujuannya agar Kapolda Kaltim Safaruddin yang mendampingi Syaharie.

“Delapan kali Syaharie Jaang dipanggil parpol tertentu, diminta wakilnya (cawagub) Kapolda Kaltim sekarang, Bapak Safaruddin, padahal sudah ada,” kata Hinca saat jumpa pers seusai rapat di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Rabu (3/1).

Ditambahkan Hinca, apabila Syaharie menolak, maka akan ada kasus hukum yang melibatkannya dibongkar kembali. Diungkapkan, Syaharie berkomitmen tetap berpasangan dengan Rizal. Akhirnya, Syaharie dipanggil pihak kepolisian untuk diperiksa 29 Desember 2017.

Surat panggilan berikutnya, Syaharie dipanggil untuk menjalani pemeriksaan pada 2 Januari 2018. Syaharie juga tak datang.

“Hari ini bersama penasihat hukum didampingi langsung Pak Amir Syamsudin dan Didi Irawadi, selesai diperiksa,” ungkap Hinca.

Ditegaskan Hinca, Demokrat menghormati proses hukum walau ada dugaan kriminalisasi dibalik pemanggilan Syaharie.

“Perkara itu sudah diputus terdakwa lain dan sudah bebas. Kami merasakan ketidakadilan. Tinggal lima hari lagi pendaftaran pilkada, kami merasakan ketidakadilan di Pilkada Kaltim,” tegasnya.

Syaharie dipanggil penegak hukum atas terbitnya Surat Keputusan (SK) Nomor 551.21/083/HK-KS/II/2016 tentang Penetapan Pengelola Tarif dan Struktur Parkir pada Area Pelabuhan Peti Kemas, Palaran atas nama Koperasi Serba Usaha Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (KSU PDIB).

105total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *