Partai Demokat Klaim Berkali-kali Diperlakukan Tidak Adil

Partai Demokrat merasa berkali-kali diperlakukan tidak adil terkait pemilihan kepala daerah (pilkada). Kali ini, Demokrat menilai terjadi indikasi kriminalisasi terhadap Syaharie Jaang, calon gubernur (cagub) Kalimantan Timur (Kaltim) yang diusung partai tersebut.

“Perlakuan tidak adil ini bukanlah pertama kali tapi yang ke sekian kali. Semula Partai Demokrat memilih untuk menahan diri dengan harapan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi, ternyata perlakukan tidak adil ini terjadi lagi dan terjadi lagi khususnya persiapan Pilkada Kaltim,” kata Sekjen Demokrat Hinca IP Pandjaitan saat jumpa pers di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Rabu (3/1).

Dia menjabarkan beberapa ketidakadilan dalam pilkada sebelumnya. Misalnya mengenai Pilkada DKI Jakarta. Ketika itu, Demokrat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

“Ibu Silviana Murni diperiksa sama suaminya. Saat itu terpaksa harus menggerus citra pasangan (Agus-Sylvi). Pada akhirnya toh tidak diketahui juga di mana akhirnya perkara ini,” tukasnya.

Berikutnya, masih kata Hinca, terkait kasus penyerangan ke rumah kediaman Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mega Kuningan, Jakarta. Demokrat sempat melaporkan kasus itu ke penegak hukum, namun tak ada kabar tindaklanjut. Demikian halnya tuduhan yang tidak mendasar cenderung fitnah dari Antasari Azhar.

“Sudah kami laporkan dan sampai saat ini masih belum diproses secara tuntas. Pasangan (Agus-Sylvi) menempati survei posisi tertinggi dan suaranya tergerus. Sekalipun demikian kita akui tetap pemenangnya,” tegasnya.

Ditambahkan Hinca, SBY juga dituding segelintir pihak, telah mendanai aksi-aksi 411 (4 November 2017) dan 212 (2 Desember 2017). Dikatakan Hinca, berdasarkan fakta, tudingan tersebut tidak benar.

84total visits,3visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *