PAN Ancang-ancang Tinggalkan Gerindra-PKS

Pilkada serentak 2018 akan memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon kepala daerah-wakil kepala daerah di KPU pekan depan.

Namun, hingga kini Poros Emas yang merupakan gabungan kekuatan Gerindra-PAN-PKS itu belum juga mendeklarasikan pasangan calon untuk pilgub Jatim.

Padahal, koalisi tiga parpol tersebut digadang-gadang memberikan alternatif pilihan selain pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Kabar terakhir, kepastian jalinan koalisi emas itu akan difinalkan DPP tiga partai tersebut pada pekan ini. Namun, sudah ada tanda-tanda koalisi Poros Emas berpotensi tak terwujud.

Bahkan, sudah ada yang menyiapkan skenario baru menjelang pendaftaran pasangan calon.

Salah satunya adalah PAN. Partai berlambang matahari itu berencana menarik diri dari Poros Emas untuk mengusung kandidat sendiri.

Mereka lebih condong mengambil opsi mendukung satu di antara dua kandidat yang sudah ada. Apakah duet pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak atau Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas.

”Saat ini di internal sedang menimbang untuk memilih satu dari dua pasangan itu,” kata sumber Jawa Pos di internal PAN.

Menurut dia, alternatif tersebut tidak lepas dari usulan mayoritas kader di internal partai. Apalagi, duet Khofifah-Emil maupun Saifullah-Anas juga sudah membuka komunikasi dengan PAN.

Sekretaris DPW PAN Jatim Basuki Babussalam mengungkapkan, partainya memang masih mengkaji dua skenario yang ada.

Apakah membentuk Poros Emas atau bergabung dengan koalisi yang sudah terbentuk dan punya pasangan calon. ”Semua masih kami kaji. Untuk keputusan akhir akan ditetapkan DPP,” katanya.

Selain itu, menurut Basuki, keputusan final arah dukungan PAN juga masih menunggu hasil pertemuan lanjutan dengan poros tiga partai itu.

”Dalam minggu ini semoga sudah diketahui. Yang pasti, kami sedang menimbang keputusan terbaik yang kami berikan kepada masyarakat Jatim,” ujarnya, Senin (1/1).

Sementara itu, Bendahara DPW PAN Agus Maimun membenarkan bahwa saat ini partainya tengah menimbang opsi mengusung satu di antara dua kandidat yang sudah muncul.

”Namun, selama belum ada keputusan final, semua masih bisa berubah. Semua kami pasrahkan kepada DPP,” katanya.

Jika PAN benar-benar keluar, koalisi Poros Emas dipastikan gagal mengusung pasangan calon. Dengan asumsi hanya Gerindra dan PKS yang bergabung, koalisi itu hanya mendapat 19 kursi.

Padahal, dalam pilgub Jatim, bacagub-bacawagub harus diusung partai/koalisi partai dengan perolehan minimal 20 kursi.

Sebelumnya Poros Emas sempat menjajaki nama Moreno Suprapto (anggota DPR dapil Malang Raya) dan Suyoto.

Bagaimana dengan PKS? Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan juga masih diplomatis. Semua masih digodok di DPP. ”Sampai saat ini masih belum keluar,” katanya.

Namun, tak jauh beda, kabarnya partai itu juga menjajaki memilih satu di antara kandidat yang sudah lama beredar tersebut.

143total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *