Paling Mirip Suara Soekarno dapat Rp 10 Juta

0

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) menggelar lomba pembacaan teks Proklamasi mirip suara Soekarno.

Dari sepuluh finalis yang terseleksi dari puluhan peserta, terpilihlah pemuda asal Wonogiri, Jawa Tengah, Aris Setiadi yang ditetapkan oleh dewan juri sebagai pemenang.

Disusul kemudian Ahmad Mustaqim dari Kutoharjo dan Faisal Basri asli Sidoarjo, Jawa Timur. Selain mendapat tropi, para pemenang juga mendapat uang tunai.

”Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat. Dan kami memutuskan Saudara Aris adalah yang paling mirip dengan Bapak Soekarno saat membacakan teks proklamasi,” kata Ketua Dewan Juri Hidayat Nurwahid di Gedung DPP PKS, Jakarta, Jumat (18/8).

Mewakili dua juri lainnya, yakni Komjen (Purn) Adang Dorodjatun dan Irfan Hidayatullah, Hidayat yang juga menjabat sebagai Wak Ketua Dewan Syuro DPP PKS ini menjelaskan, penilaian didasarkan pada sejumlah aspek.

Pertama, dari sisi suara yang harus mirip dengan Proklamator Soekarno, kedua, dari aspek penjiwaan. ”Dan ketiga dari aspek vokal, artikulasi maupun intonasinya,” jelasnya.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, mengatakan bahwa lomba ini diselenggarakan untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia menyelami kembali makna Proklamasi dan sang Proklamator yang membacakannya.

”Fraksi PKS kali ini mengadakan acara yang unik dan mungkin belum pernah diadakan oleh siapapun. Kita berharap dengan lomba ini kita dapat menyelami kembali makna Proklamasi sekaligus mengenang sang Proklamator Soekarno-Hatta,” kata Jazuli.

Proklamasi 17 Agustus 1945, kata Anggota Komisi I ini, merupakan momen besar bukan saja bagi bangsa dan negara Indonesia, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lainnya, khususnya di Asia dan Afrika.

Ini momen persatuan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia karena begitu Indonesia merdeka banyak bangsa-bangsa dunia yang ikut memproklamirkan kemerdekaan bangsanya.

”Momen persatuan dan kesatuan ini sangat mahal harganya. Karena disana ada darah para pejuang, ada cucuran keringat dan air mata para pendiri bangsa, dan ada pengorbanan yang begitu besar dari seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu kita semua harus menjaga warisan kemerdekaan ini dengan sungguh-sungguh karena Indonesia ini milik kita bersama, bukan milik saya, bukan pula milik kelompok tertentu,” jelasnya.

40total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply