Paksa Difabel Panjat Tangga Pesawat, Maskapai Murah Jepang Dikecam

Sebuah maskapai berbiaya rendah Jepang, Vanilla Air, menjadi sorotan. Sebab, salah satu kru penerbangannya memaksa seorang difabel yang mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah untuk memanjat tangga pesawat alih-alih membantunya naik ke kabin.

Kru penerbangan beralasan, standar peraturan keselamatan melarang seseorang diangkat ke dalam kabin pesawat. Insiden tersebut tentu saja memicu kemarahan orang-orang. Pihak maskapai Vanilla Air terpaksa meminta maaf atas ulah satu pegawainya itu.

Maskapai Vanilla Air meminta maaf pada Rabu 28 Juni 2017 karena mempermalukan seorang pria difabel bernama Hideto Kijima atas insiden yang terjadi 5 Mei lalu. Pria berusia 44 tahun itu sempat diingatkan oleh pegawai bagian check in bahwa maskapai tidak menyediakan fasilitas untuk membantunya naik pesawat.

Yang lebih parahnya lagi, pihak maskapai mengatakan Kijima tidak bisa dibantu karena sudah peraturan keselamatan penerbangan. Pegawai tersebut dilaporkan mengatakan, ‘yang tidak bisa berjalan, tidak bisa terbang’ kepada pria yang lumpuh sejak berusia 17 tahun itu.

Hideto Kijima harus merangkak naik 17 anak tangga dengan menggunakan tangannya. Meski sudah dibantu temannya untuk naik pesawat yang akan membawanya dari Pulau Amami ke Osaka, ia tetap saja kesulitan untuk naik ke dalam pesawat.

“Kami meminta maaf karena menyulitkannya,” tutur seorang juru bicara Vanilla Air, mengutip dari Russia Today, Kamis (29/6/2017). Ia menambahkan, pihak maskapai memang tidak pernah mengizinkan orang lain untuk digendong karena sangat berbahaya. Vanilla Air mengklaim sudah memiliki fasilitas berupa lift untuk penumpang yang sulit bergerak menuju pesawat.

“Saya sempat berpikir pegawai bandara tidak menganggap tindakannya salah,” ujar Hideto Kijima. Ia diketahui sebagai seorang traveler yang mengaku sudah mengunjungi 158 negara. Ia secara rutin membagi pengalamannya dalam menjelajah dunia sebagai seorang difabel ke dalam blog pribadinya.

167total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *