OSO Bakal Dilaporkan ke Bareskim oleh Hanura Kubu Daryatmo

Partai Hanura Kepemimpinan Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo akan melaporkan Oesman Sapta Odang (OSO) ke Bareskrim Polri lantaran diduga telah menyelewengkan dana partai sekira Rp200 miliar ke rekening pribadi OSO Sekuritas.

“Kami akan melaporkan dugaan penyimpangan keuangan yang dilakukan Pak Oesman Sapta yang pada saat itu masih sebagai ketua umum kepada Mabes Polri, biar menjadi ranah hukum untuk melakukan proses ini kepada Pak Oesman Sapta,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Hanura Kepemimpinan Daryatmo, Sudewo di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (21/1/2018).

Kendati demikian, Sudewo belum bisa memastikan kapan pelaporan ke kepolisian itu akan dilakukan. “Sesegera mungkin, ini sedang dipersiapkan oleh tim hukum,” tutur dia.

Selain itu, Kubu Daryatmo juga bakal melaporkan kasus itu ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Agar Otoritas Jasa Keuangan melakukan penyelidikan dan penyidikan asal-usul uang tersebut yang masuk kepada OSO Sekuritas,” tuturnya.

Pihaknya pun mengklaim memiliki bukti yang kuat, yakni berupa bukti transfer antar rekening. “Sudah ada buktinya, sudah ada datanya, jadi transfer kepada OSO Sekuritas itu semua sudah kami pegang,” ucapnya.

Adapun transfer itu dilakukan Wakil Bendahara Umum Partai Hanura Beni Prananto secara bertahap selama kepemimpinan OSO.

Terkait hal tersebut, OSO bakal menunjuk auditor untuk mengaudit keuangan partainya. Adapun yang bakal diaudit adalah keuangan Partai Hanura sejak tahun 2010 hingga 2018.

Sedangkan audit itu merupakan saran dari pendiri Partai Hanura guna menanggapi tuduhan kubu Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo yang menyebut OSO telah menyalahgunakan uang partai sekitar Rp200 miliar.

“Hal yang menjadi fitnah akan menjadi jelas. Dan saya akan menunjuk segera akunting intern dan ekstern supaya tidak ada fitnah,” ujar OSO di Hotel Manhattan.

OSO pun balik menuding kubu Daryatmo saat ditanya awak media mengenai rivalnya yang mengklaim mengantongi bukti transfer uang partai ke rekening OSO Sekuritas.

“Saya punya bukti, mereka enggak ada bukti. Saya punya bukti bahwa mereka menerima uang, sewaktu-waktu akan terbuka tapi dari audit. Kalau dari kita kan enggak benar,” papar Ketua DPD RI ini.

91total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *