MUI Harap Zikir Kebangsaan Digelar Setiap Awal Agustus

0

Zikir Kebangsaan bertajuk “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan” digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/8) malam. Doa bersama tersebut diharapkan dapat terus berlangsung setiap tahun.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengapresiasi acara Zikir Kebangsaaan. “Ini memang yang pertama kali. Mudah-mudahan akan terus dilakukan setiap bulan Agustus mengawali peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus,” kata Ma’ruf.

Menurutnya, nikmat kemerdekaan sepatutnya disyukuri. “Nikmat karena bangsa Indonesia mempunyai dasar negara yang dapat mempersatukan seluruh elemen bangsa, yaitu Pancasila. Bersyukur karena diberikan kita Tanah Air, NKRI yang subur dan makmur,” ujarnya.

Dia menuturkan, doa-doa dipanjatkan agar Indonesia senantiasa diberikan hidayah, dilindungi dari malapetaka, dijaga dari hal yang dapat mencerai-beraikan kesatuan dan persatuan bangsa. Memohon supaya bangsa selalu utuh, aman dan sejahtera.

“Hari ini kita sangat memerlukan berkat dan rahmat Allah. Malam ini kita mengetuk pintu langit untuk memohon berkah, rahmat Allah SWT, agar negara ini menjadi bangsa sejahtera aman dan damai,” ucapnya.

Zikir Kebangsaan dihadiri ratusan ulama dan ribuan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini mengawali rangkaian kegiatan sebulan penuh dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan RI. Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta sejumlah menteri Kabinet Kerja juga mengikuti acara tersebut.

“Kita memulainya dengan Zikir Kebangsaan malam ini. Kita membukanya dengan bertasbih, membaca tahlil, bertahmid, dan takbir. Kita buka dengan ucap syukur, dengan panjatkan doa pada Allah. Di hari ini panjatkan doa pada para pejuang, kiai, serta tokoh ulama, tokoh daerah di seluruh Indonesia yang membangun bangsa Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden menyatakan, peringatan proklamasi kemerdekaan sepatutnya menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga kerukunan toleransi. Kerja sama yang baik, termasuk dengan para ulama dan umara (pemerintah) untuk memperkuat NKRI.

Sebab, menurut presiden, persatuan merupakan keunggulan bangsa. “Indonesia yang majemuk ini bisa bersatu padu, hidup rukun, bekerja sama. Oleh karena itu, kita harus bersyukur, berdoa, dan zikir. Kita tahu bahwa berpikir kita berikhtiar. Kita berpikir dan panjatkan doa pada Sang Khalik, semoga Allah berkenan mengabulkan doa dan cita-cita kita bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Zikir Hubhul Wathon, Kiai Mustofa Aqil Siradj yang memberikan pengantarnya di awal acara berharap agar zikir kebangsaan serupa dapat terus digelar.

“Semoga zikir kebangsaan dapat menjadi wadah silaturahmi bagi segenap elemen bangsa, semoga persoalan bangsa dapat teratasi, semoga Indonesia menjadi Tanah Air yang tenteram dan damai,” ujar Mustofa.

66total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply