Misteri Peluru yang Tewaskan Pria di Manggarai

Tim dokter forensik Polda Nusa Tenggara Timur bersama Inafis Polres Manggarai telah melakukan autopsi jenazah Ferdianus Taruk (23), Minggu malam, 8 April 2018.

Ferdianus merupakan korban penembakan orang tak dikenal pada Selasa malam, 27 Maret 2018. Kejadian itu bersamaan dengan operasi eliminasi anjing liar di Kelurahan Karot yang melibatkan unsur TNI, Polri, ASN dan warga.

Setelah koma selama sepuluh hari, korban akhirnya meninggal pada Sabtu, 7 April 2018. Saat ini, peluru telah diangkat dari kepala almarhum.

Kepolisian belum mau mengungkapkan soal ukuran peluru tersebut. “Kami masih menunggu hasil resminya dari tim dokter, terima kasih,” tulis Kapolres Manggarai Ajun Komisaris Besar Polisi Cliffry Steini Lapian melalui percakapan WhatsappMinggu malam, 8 April 2018.

Kerabat korban, Yos Syukur di ruang jenazah RSUD dr Ben Mboi Ruteng tempat pelaksanaan autopsi, kecewa karena kepolisian belum mengungkapkan ukuran peluru yang telah dikeluarkan dari kepala almarhum.

“Disayangkan sekali, keluarga tidak diberi akses untuk mendapat informasi berkaitan ukuran peluru. Supaya kita tahu peluru ini dari senjata polisi atau bukan,” ujar Yos.

Menurut Yos, siapa pun yang terlibat dalam operasi eliminasi anjing liar di Karot saat kejadian, patut dicurigai sebagai pelaku.

Sementara itu, Petrus Selestinus, koordinator TPDI dan Advokat Peradi mengemukakan, sebaiknya kepolisian segera mengumumkan ukuran peluru itu.

“Demi menepis kekhawatiran publik soal kejujuran dan profesionalisme aparat sebaiknya Kapolres Manggarai segera umumkan ukuran peluru tersebut kepada keluarga dan media,” katanya ketika dihubungi terpisah.

Setelah diautopsi, jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Karot Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong.

 

21total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *