Mimpi Kematian Korban Tewas Kecelakaan Maut Tanjakan Emen

Ani Wiyasih sangat terpukul dengan kematian tiga anggota keluarganya dalam tragedi kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu, 10 Februari 2018.

Ketiga anggota keluarga wanita 40 tahun itu yakni, Sri Widodo (63 tahun) ibu kandungnya, Ari Lestari (43 tahun) kakak kandungnya dan Martiningsih (36 tahun) sepupunya.

“Perasaan hancur lebur, tiga orang diambil semua (sama Allah). Rasanya kok ya Allah langsung tiga orang diambil. Semua masuk liang lahat dalam kondisi seperti itu,” ujar Ani Wiyasih dengan penuh isak tangis di kediamannya di Jalan Hikmah, Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Senin, 12 Februari 2018.

Ani memang tidak ada firasat atau tanda-tanda bahwa keluarganya akan meninggalkannya untuk selama-lamanya. “Cuma kakak saya habis dirawat selalu mimpi kematian,” katanya.

Ia merasa sedih, ibunya Sri Widodo meninggal dengan kondisi tangan kirinya patah, sedangkan Martiningsih kondisi tangan kanannya terputus dan Ari Lestari luka di kepala pendarahan.

“Ketiganya sudah dimakamkan secara beriringan berjejer di Tempat Pemakaman Umum Legoso Ciputat,” ujarnya.

Kendati begitu, Ani tetap tawakal atas musibah yang menimpa keluarganya. Ia juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena dari pihak Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata juga merasa terpukul dengan kejadian ini, dan dari pengurus KSP Permata juga masih saudara Ani sendiri.

“Kematian bisa terjadi di mana saja, kalau Allah sudah berkehendak, kematian bisa datang kapan saja tanpa ada alasan yang pasti,” ujarnya.

Ani juga tetap mengucapkan terima kasih, kepada pihak dari pemerintah Tangerang Selatan yang telah membantu baik ketika pemandian jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan hingga prosesi pemakaman.

49total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *