Militer Myanmar Akui Membunuh 10 Orang Etnis Rohingya

Kantor Kepala Staf Militer Myanmar akhirnya mengakui pihaknya ambil bagian dalam pembunuhan 10 orang etnis Rohingya pada September 2017. Pengakuan tersebut merupakan yang pertama kali diungkapkan militer Myanmar.

Pembunuhan itu terjadi pada 2 September 2017 di Desa Inn Din, Rakhine State. Peristiwa itu terjadi di tengah menghangatnya tensi antara aparat keamanan dengan etnis Rohingya setelah tewasnya seorang warga lokal Rakhine.

“Beberapa warga desa dari Inn Din dan aparat keamanan mengaku telah membunuh 10 orang teroris Bengal,” tulis Kantor Kepala Staf Militer Myanmar di Facebook, mengutip dari Channel News Asia, Kamis (11/1/2018).

Dalam unggahan itu, militer Myanmar juga mengonfirmasi adanya pemakaman massal warga etnis Rohingya di Rakhine State. Militer Myanmar mengaku aparatnya menangkap 10 orang militan Rohingya sebelum membunuh mereka karena kekerasan di Inn Din dan sekitarnya.

“Keputusan diambil untuk membunuh mereka di pemakaman,” tutup unggahan di Facebook tersebut.

Sebagaimana diketahui, Rakhine State kembali bergejolak setelah serangan yang dilakukan kelompok militan ARSA ke pos-pos perbatasan pada penghujung Agustus 2017. Serangan tersebut dibalas militer Myanmar dengan agresi besar-besaran yang diiringi kekerasan ke Rakhine State pada 25 Agustus.

Kekerasan tersebut memicu ratusan ribu orang etnis Rohingya untuk mengungsi ke Bangladesh. Militer Myanmar dikecam dan dituduh oleh dunia internasional sedang melakukan pembersihan etnis atau genosida terhadap Rohingya.

Militer Myanmar menolak tuduhan tersebut dan berdalih melakukan kekerasan untuk menghabisi militan ARSA. Mereka mengklaim, militan ARSA kerap bersembunyi dan menyamar di rumah-rumah warga untuk menyerang tentara.

 

76total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *