mga anak wag nyo paiyakin mga prinsesa ko ha

0

Ketua DPD-PDIP Maluku Utara (Malut) Rudi Erawan menyatakan, tetap berkomitmen untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Malut tahun 2018, meskipun mendapat penolakan dari delapan DPC kabupaten/kota.

“Saya menganggap desakan delapan pimpinan DPC merupakan manuver politik menjelang Pilkada Malut, tetapi harus sesuai dengan aturan partai,” katanya di Ternate, Selasa (27/6).

Dia membenarkan kalau saat ini, ada kader PDIP yang akan maju di pilgub, sehingga kegaduhan ini dibuat tanpa dasar dan bagian dari dinamika politik.

“Semestinya semua kader harus membangun pendewasaan politik secara santun dan kalau mosi tidak percaya yang diajukan delapan DPC-PDIP Malut merupakan dinamika di internal yang harus terkelola dengan baik,” katanya.

Rudi menyatakan, hingga kini dirinya merupakan satu-satunya kepala daerah yang terlama di Malut, karena sejak tahun 2005 telah menjadi wakil bupati Halmahera Timur (Haltim), kemudian dua periode menjabat sebagai bupati Haltim.

“Ini artinya, saya memiliki pengalaman dalam menata birokrasi dan tidak ada alasan untuk tak maju bertarung di Pilgb Malut,” kata Rudi.

Sehingga, sikap mosi tidak percaya delapan pimpinan DPC-PDIP di minus DPC-PDIP Haltim dan DPC Kepulauan Sula hal yang biasa dan saat ini memasuki momentum politik dalam hal ini Pilgiub Malut dan nuansa seperti itu adalah salah satu kewajaran.

Akan tetapi, untuk PDIP sendiri jika sudah ada surat rekomendasi dari DPP maka secara otomais akan menyatukannya dan jika ada yang tidak menaatinya maka akan dikenakan sanksi berdasarkan aturan partai.

“Saya anggap itu hal biasa dan memang di dalam koridor partai memang itulah sebagai seni berpartai, oleh karena itu, selaku Ketua DPD jika menyikapi ini secara dingin dan santun,” ujarnya.

“Sebab, di Tidore miliki calon sendiri, Halbar punya calon sendiri, Haltim miliki calon dan Halteng juga punya calon sendiri dan itulah seni dalam berpartai.”

Dia menambahkan, saat ini, ada empat kader PDIP yang berniat maju bertarung di pilkada Malut selain dirinya ada nama Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim, mantan Bupati Halmahera Barat Namto Hui Roba, Sekretaris DPD PDIP Malut Ikram Haris.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Senen ketika dikonfirmasi secara terpisah menyatakan, komitmen delapan DPC menyampaikan mosi tidak percaya ke Ketua DPC PDIP Malut sudah bulat. Sebab, selama ini, Ketua DPD PDIP Malut Rudi Erawan tidak pernah menjalankan roda organisasi. Bahkan Rakerda hingga konsolidasi ke kabupaten/kota tidak pernah dilakukan, ini akan menurunkan elektabilitas partai.

119total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply