Meski Menjamin Secara Finansial Gibran Tak Tertarik Jadi Politikus

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mengakui bahwa menjadi politisi akan lebih menjanjikan secara finansial, dibanding menjadi pebisnis.

Kendati demikian, ia mengaku tidak tertarik menjadi politisi.

“Enggak, enggak tertarik (menjadi politisi),” kata Gibran ditemui dalam peresmian outlet Sang Pisang dan Markobar, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2018).

Kendati tidak tertarik menjadi politisi, Gibran mengakui bahwa profesi tersebut menjamin secara finansial.

“Uangnya lebih banyak jadi politikus sih, kalau korupsi,” katanya sembari bercanda.

Putra sulung Jokowi itu kini tengah menjalankan sejumlah bisnis, salah satunya di bidang kuliner.

Ia merupakan pemilik bisnis martabak Markobar.

Keputusan Gibran untuk fokus terhadap bisnisnya, terinspirasi dari sang ayah.

Ia mengatakan, ingin mengikuti jejak sang ayah yang merintis bisnis sejak usia muda.

“Ayah saya juga dulu bisnis, jadi mengikuti ayah saya,” katanya.

Ketika ditanya soal ayahnya yang maju lagi ke ajang Pilpres tahun 2019 mendatang, Gibran tidak mempersoalkannya.

“Ya enggak gimana-gimana,” ujarnya.

Gibran dengan tegas mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh bila bapaknya memutuskan untuk maju sebagai calon presiden untuk periode kedua.

Baginya, keputusan bapaknya untuk maju di Pilres 2019 tak akan berpengaruh kepada keluarga, termasuk membagi waktu dengan keluarga.

“Enggak masalah, kan sudah sibuk sendiri-sendiri semua. Jadi enggak masalah,” kata pria berusia 30 tahun itu.

Berduel
Dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep berduel di gerai Markobar, Cikini.

Bukan duel fisik tentu saja. Bukan juga untuk menunjukkan produk makanan siapa yang paling enak.

Gibran dan Kaesang justru adu meracik silang.

 

Gibran harus meracik Sang Pisang milik sang adik, sementara Kaesang harus meracik Makobar milik sang kakak.

Langit di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, mulai mendung saat keduanya tiba sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebelum duel dilakukan, keduanya sempat membuka tanya jawab dengan wartawan.

Namun tanya jawab tidak dilakukan lama sebab awan gelap kian pekat.

Duel pun harus dilakukan di bawah rintik gerimis dan awan gelap yang menaungi langit Cikini dan sekitarnya.

Lantaran hal itu pula, Gibran dan Kaesang yang sejak awal datang mengenakan kaos oblong, harus mengenakan jaketnya.

Puluhan warga yang berbaur dengan wartawan berkumpul mengelilingi Gibran dan Kaesang.

Meski gerimis turun, tak menyurutkan mereka untuk menyaksikan duel anak Presiden Jokowi tersebut.

Sekitar sepuluh menit keduanya berduel meracik produk makanan unggulan Markobar dan Sang Pisang.

Gibran selesai lebih dulu. Ia menaburi produk makanan pisang sang adik dengan cokelat dan kacang.

Sementara Kaesang selesai belakangan.

Tak mau kalah, ia bahkan menaburi martabak milik sang kakak dengan 4 toping sekaligus.

Keseruan tak sampai disitu, keduanya lantas memanggil beberapa masyarakat untuk mencicipi langsung Sang Pisang dan Markobar hasil duel tersebut.

Beberapa masyarakat yang mencicipi kedua produk makanan tersebut pun memberikan komentar positif.

“Enak sih tadi tetapi yang paling berasa Markobar-nya,” ujar Ulfa, seorang perempuan yang mencicipi kedua makanan tersebut.

Usai berduel, Gibran mengungkapkan harapannya agar gerai Markobar-nya di Cikini bisa lebih ramai dengan bergabungnya produk Sang Pisang milik sang adik.

Pada kesempatan tersebut Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep meresmikan bisnis kolaborasi mereka, Sang Pisang dan Markobar.

Bisnis kuliner Sang Pisang kini mulai dijual outlet Markobar, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Kaesang sebagai pemilik usaha pisang nugget mengaku ingin mengalahkan bisnis martabak sang kakak.

“Saya tuh termotivasi sama Markobar makanya saya bikin pisang goreng saya niatnya pengin ngalahin Markobar,” katanya.

Sembari bercanda, ia mengaku menyatukan bisnis dengan sang kakak agar dapat menghemat biaya sewa.

“Biar sewanya murah hehe kalau saya bikin lagi, bikin kontainer 60 juta, sewa lagi mahal,” ungkap Kaesang.

Sementara itu, Gibran berharap, dengan adanya produk sang adik di outlet miliknya bisa membuat pengunjung semakin ramai.

Ia mengaku tak takut tersaingi oleh bisnis adik bungsunya itu.

Ia tak khawatir produk pisang nugget Sang Pisang lebih diminati dibanding martabak miliknya.

“Kita (bisnis Markobar) kan sudah brand nasional. Udah dari 2015 juga, sudah mau go internasional juga,” ungkapnya

45total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *