Mertua Pernah Jadi Pasien Dokter Terawan, Hidayat Nur Wahid: Semoga Sanksi itu Bisa Dipertimbangkan

Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto atau yang dikenal sebagai Dokter Terawan dikabarkan dipecat dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dianggap melanggar etik.

Tak hanya sampai di situ, IDI turut mencabut izin praktek Dokter Terawan.

Sebagian masyarakat menilai terapi cuci otak Dokter Terawan merupakan suatu terobosan.

Namun sebagian lain, menilai terapi tersebut melanggar etik hingga akhirnya MKEK IDI juga menilai serupa.

Kasus ini hingga mendapat tanggapan dari Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid.

Dilansir dari akun Twitter pribadinya, dirinya menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut.

Tak hanya sampai disitu, dirinya juga menghimbau untuk mempertimbangkan kembali masalah pemecatan Dokter Terawan.

“#SaveDokterTerawan. Saya prihatin, mengapa Dokter yg baik, helpfull, reputasinya mendunia,terbukti sembuhkn banyak pasien -termasuk Mertua saya-,malah diberikn sanksi pemecatan.

Semoga sanksi itu bisa dipertimbangkn kembali, untuk kepentingan banyak pasien yg membutuhkan.”

Dikabarkan sebelumnya, Dokter Terawan mendapatkan sanksi pemecatan yang harus ia jalani selama 12 bulan, terhitung sejak 26 Februari 2018-25 Februari 2019.

Terapi cuci otak Dokter Terawan menggunakan obat heparin guna menghancurkan plak yang membuat aliran darah ke otak tersumbat.

Heparin dimasukkan lewat kateter yang dipasang di pangkal paha menuju sumber kerusakan pembuluh darah penyebab stroke di otak.

82total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *