Merasa Diteror Politisi NasDem, Pengacara Elza Syarief Dipersilakan ke KPK

Pengacara Elza Syarief merasa mendapat ‘teror’ dari anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Akbar Faizal.

Atas hal itu, Elza Syarief berencana meminta perlindungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas tindakan Akbar tersebut.

 ‎Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, bila ada saksi kasus yang ditangani KPK meminta perlindungan, pihaknya akan melakukan verifikasi dan analisis terkait informasi yang disampaikan.

“Kalau ada saksi yang minta perlindungan tentu kami harus melakukan pengecekan dan analisis terkait kepentingan informasi tersebut,” ujar Febri, Selasa (29/8/2017).

Febri juga mempersilakan Elza Syarief yang berencana menyampaikan dugaan teror yang dilakukan Akbar kepada pihaknya.

“Silakan saja datang. Saya kira kalau ada saksi yang datang akan kita proses lebih lanjut,” terang Febri.

Dikonfirmasi soal adanya saksi dugaan kasus korupsi e-KTP, yakni Elza Syarief yang dilaporkan ke polisi, oleh Akbar Faisal atas tuduhan memberikan keterangan palsu dan mencemarkan nama baik.

Menurut Febri, ‎sesuai dengan nota kesepahaman antara KPK, Polri dan Kejaksaan Agung maka kasus yang diprioritaskan untuk diselesaikan lebih dulu adalah kasus dugaan korupsinya.

“Hal itu juga ditegaskan dalam UU Tipikor,” singkat Febri.

‎Sebelum dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Senin (28/8/2017) lalu, Elza Syarief mengaku mendapat surat somasi dari Akbar Faisal, pada 22 Agustus 2017.

Pengacara mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin itu mengaku sudah memberikan tanggapan atas somasi yang dikirim Akbar Faisal, dengan menegaskan tak akan mencabut keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun dalam persidangan.

Elza Syarief mengungkapkan, Akbar tidak hanya mengirimkan pesan singkat ke dirinya, namun juga kepada koleganya Farhat Abbas.

Kepada Farhat, lewat pesan singkat yang diperlihatkan Elza Syarief, Akbar Faisal menegaskan siap untuk berhadapan dalam kasus ini.

Perseteruan ini dimulai dari ‎keterangan Elza Syarief di Pengadilan Tipikor Jakarta yang menyatakan Setya Novanto mengumpulkan sejumlah anggota DPR, diantaranya Miryam, Chaeruman Harahap, Akbar Faisal, hingga Markus Nari usai surat dakwaan bocor ke publik. Dalam pertemuan tersebut, miryam diadili, ditekan dan disebut penghianat.

190total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *