Menkumham: Pancasila Beri Dasar Kokoh bagi Kemajemukan

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly menyebut Pancasila adalah pemersatu kemajemukan.

Kata Yasonna, arah pembangunan hukum tidak bisa berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dan memerlukan penyelarasan dengan nilai-nilai Pancasila serta muatan UUD Negara Republik Indonesia 1945.

“Pembentuk kebijakan hukum perlu jeli menangkap fenomena yang berkembang di tengah masyarakat, agar mampu merumuskan kebijakan hukum secara tepat,” kata Yasonna di acara Dies Natalis Ke-59 Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Senin 18 September 2017.

Disebutkan Menkumham, Indonesia patut bersyukur karena memiliki nilai-nilai yang dapat mengokohkan identitas nasional sebagai bangsa, yaitu Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila harus dipandang sebagai norma dasar bernegara atau Grundnorm/Staatsfundamentalnorm, yaitu menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

“Nah, Pancasila telah memberikan dasar yang kokoh bagi kemajemukan. Sudah seharusnya menjadi pemandu perumusan kebijakan hukum dalam masyarakat yang majemuk,” sebutnya.

Yasonna menegaskan, hal ini sejalan dengan visi pemerintah yang semakin menguatkan semangat meneguhkan kembali jalan ideologis, yaitu Pancasila, karena Pancasila sebagai falsafah, pandangan hidup dan ideologi kenegaraan Indonesia mengandung cita hukumnya atau rechtsidee tersendiri.

“Juga sebagai basis berpikir, menilai, dan mengimplementasikan segala kebijakan hukum yang akan dibuat,” tegas Yasonna.

184total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *