Menghitung Ulang Aset Holding BUMN Tambang

Aset holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperkirakan akan mencapai Rp90 triliun. Namun, aset konsolidasi holding BUMN tambang masih terkendala saham Dwi Warna.

Skenario pemerintah mengendalikan holding tambang dengan hak istimewa melalui saham Dwi Warna sebagaimana diatur dalam PP 72 Tahun 2016, dinilai telah menyebabkan sengkarut persoalan hukum.

Pengamat hukum sumber daya alam Ahmad Redi menerangkan, seharusnya pemerintah tidak memiliki kewenangan atas anak perusahaan holding. Terlebih lanjut dia di antaranya terdapat saham publik. Dalam UU Nomor 40 Tahun 2017 tentang perseroan terbatas, bahwa anak perusahaan holding tunduk kepada induk holding.

“Menurut saya memang ada masalah hukum terkait hak istimewa pemerintah pada anak perusahaan holding (PT ANTAM, PTBA, PT Timah) di PT Inalum. Harusnya pada Antam, PTBA, dan PT Timah ada saham publik yang tidak bisa diganggu dengan hak istimewa Pemerintah,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Dengan adanya kerancuan saham Dwi Warna ini membuat induk holding tidak memiliki otoritas penuh sebagai syarat konsolidasi, sehingga tujuan holding untuk meningkatkan nilai aset tidak tercapai.

“Dampaknya ada mekanisme Peraturan Standar Akuntansi 65 (PSAK) yang baku yang tidak dapat mengakomodir pengaturan saham dengan hak istimewa pemerintah,” ujar dia.

Seperti diketahui, pemerintah tidak bisa sepenuhnya melepas BUMN menjadi anak perusahaan holding karena akan melanggar undang-undang mengenai privatisasi BUMN. Karenanya pemerintah mengatur kuasa saham Dwi Warna melalui PP 72 pasal 2 ayat 2.

Sebelumnya, aset dari holding perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) bidang pertambangan diperkirakan akan berkisar pada nilai Rp90 triliun.

“Ya sekitar itu, Rp90 triliun, itu nanti yang akan dimanfaatkan untuk mengelola kekayaan mineral dan batu bara di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Budi G Sadikin belum lama ini.

Saat ini, menurutnya lagi, holding BUMN tambang masih menyusun strategi perencanaan tujuan hingga jangka waktu periode tiga bulan ke depan.

Sementara itu, terkait dengan target dari holding tambang dalam jangka panjang adalah membidik naik peringkat dari posisi saat ini pada angka 50-an naik hingga posisi 12 setidaknya.

82total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *