Menelisik Kecanggihan Sukhoi Su-35, Pesawat Tempur Terbaru Indonesia

Kendati harus merogoh kocek negara triliunan rupiah untuk membeli pesawat tempur super-modern, tetap saja kita berharap tak ada perang.

Tetapi apa boleh buat, negara yang berdaulat wajib menjaga wibawa, mempertahankan wilayah teritorialnya, dan melindungi rakyatnya. Membentengi diri dengan mesin perang menjadi pilihan agar tak dipandang sebelah mata.

Itulah sebabnya, Pemerintah Indonesia memperbarui alutsita angkatan perangnya. Paling anyar adalah pembelian 11 unit Sukhoi Su-35 dari Rusia senilai sekitar Rp15 triliun.

Keputusan membeli Sukhoi Su-35 ini sebetulnya sudah sejak 2014. Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, menyebutkan Su-35 itu untuk pengganti pesawat F-5 Tiger yang sudah uzur.

Namun kepastiannya baru terwujud sejak 14 Februari lalu, setelah ditekennya kesepakatan pembelian 11 unit Sukhoi Su-35.

Seperti apa kehebatan burung besi ini sehingga harganya selangit itu? Jawabannya ada di laman sukhoi.org. Kendati website ini hanyalah ajang promosi berbagai jenis Sukhoi buatan Rosoboronexport, setidaknya di sini ada penjelasan spesipikasi Sukhoi Su-35.

Disebutkan, Sukhoi Su-35 adalah pengembangan dari Su-27 yang semula bernama Su-27M. Dikembangkan untuk menandingi F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon, pesawat ini dimasukkan dalam dalam generasi 4++.

Su-35 ini memiliki mesin 117S yang lebih bertenaga dengan pipa-pipa vektor pendorong yang selalu berputar, dilengkapi sistem fly-by-wire digital terbaru, dan radar multi-mode baru yang mampu mendeteksi sinyal dari belakang untuk menembakkan peluru kendali SARH. Ditambah lagi detektor inframerah serta tentu senjata yang telah diperbarui.

Apa yang baru di Su-35? Salah satunya adalah badannya lebih lebar dengan masa kerja 6.000 jam, dan masa operasi 30 tahun.

Secara aerodinamis mirip Su-27. Namun, Su-35 tidak akan menampilkan sirip canard. Penggunaan sistem kontrolnya terbaru, mampu melakukan fungsi beberapa sistem sekaligus – kendali jarak jauh, kontrol otomatis, sistem sinyal pembatas, sistem sinyal udara, dan sistem pengereman roda sasis.

Pesawat tempur ini tak memiliki rem cakram overhead, fungsinya dilakukan kemudi yang aktif. Sistem ini semua, akan meningkatkan kemampuan tempur dan manuver.

Sasis Su-35 diperkuat karena kenaikan arus lepas landas dan pendaratan pesawat. Bantalan depan memiliki dua roda. Sumbu radar ditingkatkan untuk mengurangi pantulan Su-35 pada gelombang radio X.

Fitur khas Su-35 adalah penggunaan seperangkat instrumen onboard baru. Intinya adalah sistem manajemen informasi yang mengintegrasikan subsistem fungsional, logis, informasi dan perangkat lunak ke dalam satu kompleks yang memastikan interaksi antara kru dan peralatan.

Inti dari persenjataan Su-35 adalah sistem kontrol radar baru. Sistem kontrol radar Irbis-E ini mendeteksi dan melacak hingga 30 target udara, mempertahankan kontinuitas pengamatan ruang hingga delapan sasaran.

Sistem deteksinya mampu memilih dan melacak hingga empat target dasar dalam beberapa mode pembuatan peta dengan berbagai resolusi pada jarak hingga 400 kilometer.

“Dalam aspek ini, Irbis mengungguli radar buatan AS dan Eropa,” begitu ulasan di sukhoi.org.

Di antara sistem onboard Su-35 baru lainnya adalah peralatan navigasi dan komunikasi radio modern, sistem menjaga operasi dalam formasi dan rangkaian penanggulangan elektronik yang sangat efisien.

Perkara senjata, Su-35 memanggul rudal pelacak udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan tipe baru, termasuk tipe jarak jauh. Beban persenjataan maksimum Su-35 adalah 8.000 kilogram yang ditempatkan pada 12 kantong.

Pesawat tempur Sukhoi Su-35 ini sudah dijajal oleh Rusia dalam misi tempur pertamanya untuk melindungi Pangkalan Udara Hmeimim, Latakia, Suriah. Pada 1 Februari, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Su-35 telah memulai operasi tempur Rusia di Suriah.

Tetapi, ya itu tadi, kita tak berharap ada perang. Biarlah Sukhoi Su-35 menganggur, atau bermanuver membelah langit untuk atraksi menawan yang menghibur saja.

Karakteristik

  • Kru: 1 Panjang: 21,9 m
  • Lebar sayap: 15,3 m
  • Tinggi: 5,90 m
  • Luas sayap: 62,0 m²
  • Berat kosong: 18.400 kg
  • Berat terisi: 25.300 kg
  • Berat maksimum lepas landas: 34.500 kg
  • Mesin: 2× Saturn 117S dengan turbofan TVC
  • Dorongan kering: 8.800 kgf masing-masing
  • Dorongan dengan afterburner: 14.500 kgf masing-masing

Kinerja

  • Kecepatan maksimum: Mach 2,25 (2.390 km/h) pada ketinggian
  • Jarak jangkau: 3.600 km ; (1.580 km di atas daratan)
  • Jarak jangkau feri: 4.500 km dengan tangki bahan bakar tambahan
  • Batas tertinggi terbang: 18.000 m
  • Laju panjat: >280 m/s
  • Beban sayap: 408 kg/m²
  • Dorongan/berat: 1,1

Persenjataan

  • 1 × 30 mm kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 peluru
  • 2 × rel ujung sayap untuk peluru kendali udara ke udara R-73 (AA-11 “Archer”) atau poda ECM
  • 12 × stasiun rangka dan sayap untuk sampai 8.000 kg artileri, termasuk peluru kendali udara ke udara, peluru kendali udara ke darat, roket, dan bom.
  • Bom terpandu laser KAB-500
  • Bom terpandu laser KAB-1500
  • Bom terpandu laser LGB-250
  • 250 kg bom tak-terpandu FAB-250
  • 500 kg bom tak-terpandu FAB-500
  • Roket terpandu laser S-25, roket tak-terpandu S-250
  • Poda roket tak-terpandu S-8
  • Poda roket tak-terpandu S-13

90total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *