Mendagri: Dengan Segala Hormat, Pres-T 20-25% Tak Bisa Ditawar

Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu DPR dan pemerintah sudah sepakat untuk membawa draf RUU Pemilu dengan lima isu krusial yang belum disepakati ke rapat paripurna 20 Juli untuk disahkan.

Namun karena lima isu krusial belum ada satu kata, maka belum ada juga jaminan bahwa posisi pemerintah yang ingin menerapkan angka presidential threshold (Pres-T) di 20 persen jumlah kursi parlemen dan atau 25 persen raihan suara di pemilu nasional, akan tercapai.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan pihaknya masih memiliki opsi untuk kembali ke UU lama apabila kesepakatan mengenai lima isu krusial itu gagal.

Tapi bagaimana kalau kesepakatan antara fraksi berhasil terjadi, namun poinnya adalah menurunkan angka Pres-T di angka 0 persen atau 10-15 persen? Bagi Mendagri Tjahjo Kumolo, pihaknya tak mau berandai-andai soal angka Pres-T di bawah kombinasi 20-25 persen dimaksud di atas.

Pihaknya masih berharap bahwa kesempatan untuk lobi dan musyawarah hingga 20 Juli itu dimanfaatkan untuk memastikan semua fraksi bersedia menerima klausul 20-25 persen. Sebab bagi Pemerintah, angka Pres-T 20-25 persen adalah ‘harga mati’.

“Dengan segala hormat, bagi Pemerintah, (Pres-T 20-25 persen) itu sudah prinsip,” kata Tjahjo, Kamis (13/7).

Bagi dia, bisa-bisa saja terjadi, di rapat paripurna DPR, Pemerintah meminta dilakukan skors rapat bila dianggap substansi RUU yang hendak disahkan tidak sesuai dengan posisi Pemerintah.

“Kalau dulu, ada contoh kejadian pemerintah bisa meminta skors paripurna. Saat itu mendagrinya adalah adalah Pak Mardiyanto,” kata dia.

Walau demikian, dia mengaku yakin bahwa klausul Pres-T 20-25 persen itu akan disepakati oleh seluruh fraksi. Ketika dikejar sejauh mana keyakinan dirinya itu, begini jawab Tjahjo.

“Dalam politik kan tak ada yang pasti.”

“Tapi keyakinan anda di atas 50 persen kan? 75 persen?” tanya wartawan lagi.

“Iya,” jawab Tjahjo.

141total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *