Menakjubkan! Ini “Wajah” Matahari dari Dekat

NASA (The National Aeronautics and Space Administration) telah membagikan sebuah timelapse yang luar biasa, yang mencatat kehidupan bintik matahari (sunspot) yang berotasi atau berputar pada Juli. Timelapse tersebut menunjukkan daerah aktif AR2665 seluas 75.000 mile-wide, area medan magnet yang kuat dan kompleks.

Dilansir Dailymail, Senin (7/8/2017), area medan magnet tersebut menghasilkan beberapa suar surya, pelepasan massa koronal, dan partikel aktif Matahari. Pada 5 Juli, NASA Solar Dynamis Observatory melihat sebuah wilayah aktif berputar yang terlihat di Matahari.

Satelit terus melacak wilayah tersebut yang melintasi Matahari dan tidak terlihat lagi pada 17 Juli. Sunspot adalah kejadian umum di Matahari, meskipun aktivitasnya berkurang saat ini. Hal tersebut terjadi karena Matahari bergerak menuju periode aktivitas Matahari yang lebih rendah, yang disebut Solar Minimum.

Bintik Matahari (sunspot) terlihat lebih gelap, daerah yang lebih dingin di permukaan Matahari disebabkan oleh interaksi dengan medan magnet Matahari. Mereka cenderung muncul di daerah aktivitas magnet yang kuat, dan ketika energi itu lepas, suar surya dan badai besar meletus dari bintik Matahari (sunspot).

Badai semacam itu bisa menciptakan aurora yang menakjubkan di seluruh dunia, sekaligus bisa menimbulkan kekacauan yang besar. Kekacauan yang terjadi berhubungan dengan jaringan listrik yang dapat mengakibatkan pamadaman listrik di beberapa daerah.

Pusat cuaca ruang angkasa, seperti Pusat Prediksi Cuasa Space NOAA, memonitor titik-titik tersebut untuk memberikan peringatan terlebih dahulu ke Bumi. Hal tersebut dilakukan, jika saja semburan radiasi sampai ke Bumi, yang dapat memengaruhi komunikasi satelit dan radio.

Pada 9 Juli, sebuah suar berukuran sedang meledak dari sunspot, dan memuncak pada pukul 11.18 pagi EDT. Suar surya adalah ledakan di Matahari yang mengirimkan partikel energi dan cahaya berkecepatan tinggi ke luar angkasa.

Ledakan suar tersebut dikategorikan sebagai M1, kategori kelas M adalah sepersepuluh dari ukuran suar yang paling kuat. Angka 1 memberikan informasi mengenai kekuatan ledakan tersebut.

Beberapa hari kemudian, pada 14 Juli, sebuah ledakan kembali terjadi yang disebut M2, artinya ledakan tersebut 2 kali lebih besar dari M1. Ledakan kedua terjadi lebih dari 2 jam.

Ilmuwan penelitian dari Community Coordinate Modeling Center di Greenbelt, Maryland, menggunakan observasi antariksa ini sebagai masukan untuk simulasi cuaca luar angkasa mereka di seluruh tata surya.

105total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *