Menag Lukman Akan Tingkatkan Batas Usia Pernikahan

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pemerintah serius mencegah terjadinya perkawinan dini. Salah satunya adalah rencana merevisi Undang- Undang Perkawinan.

“Saya sudah bicarakan ini dengan Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak-red), Yohana Yambise bahwa memang setelah judisial review yang diajukan Mahkamah Konsititusi itu tidak dipenuhi oleh MK , maka pilihannya akan merevisi batas minimal usia khususnya perempuan 16 tahun harus ditingkatkan,” kata Lukman di Jakarta, Senin (6/11) petang.

Dijelaskan dia, usia 16 tahun merupakan masa -masa dimana anak masih perlu mendapatkan hak-hak pendidikan. “Itu usia sekolah, jangan sampai dengan pernikahan anak menutup peluang belajar,” pungkasnya.

Untuk mengatasi itu, Lukman mengatakan, Kementerian Agama (Kemag) rutin melakukan sosialisasi dengan sejumah ormas keagamaan karena pernikahan ini berhubungan erat dengan tradisi dan keagamaan. Pasalnya, terdapat sisi-sisi negatif dari pernikahan yang dilakukan oleh anak- anak maka harus dicegah.

“Jadi ini butuh kerja sama semua. Kita harus mencegah jangan sampai hak anak tidak hanya bermain tapi hak untuk mendapat pendidikan itu tertutup karena dipaksa untuk melangsungkan pernikahan disaat anak belum siap,” kata Lukman..

Lukman menuturkan, anak yang melangsungkan pernikahan dini pada umumnya belum siap menjalani dan melaksanakan beban dalam sebuah rumah tangga. Apakah sebagai kepala rumah tangga atau ibu rumah tangga, apalagi sebagai orang tua dari anak-anak yang mau dilahirkan.

“Jangankan jadi orang tua, untuk mengurusi dirinya sendiri anak-anak itu belum cukup umur, jadi banyak hal- hal negatif yang harus kita hindari,” tambahnya.

27total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *