Medsos Dinilai Efektif Angkat Brand Produk

Keberadaan media sosial dinilai sangat efektif mengangkat dan mempertahankan brand sebuah produk.

Dengan demikian produsen harus terus berupaya untuk berkreasi dengan mengikuti kemajuan teknologi.

“Tentunya keberadaan medsos sangat efektif untuk membantu produsen dalam memperluas pasar dan juga mempertahankan sebuah brand,” ujar Presiden Direktur PT Mulia Knitting Factory, Hanan Supangkat, disela-sela acara Rider Photo Challenge, di Jakarta, Minggu (22/10/2017).

Diakui, pihaknya harus melakukan berbagai macam upaya guna mempertahankan merek pakaian dalam Rider, agar tetap eksis sampai sekarang.

 “Pola-pola pemasaran dari produk kita juga harus disesuaikan dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Dalam Negeri Asosiasi Pertekstilan Indonesia itu.

Dikatakan, dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun belakangan ini, pihaknya telah melakukan pemasaran produk melalui media sosial.

“Dan hasilnya juga cukup baik,” imbuh Hanan dalam keterangan tertulis.

Bahkan, penjualan secara online pun juga telah dilakukannya.

Mengingat, pola belanja dari sebagian besar masyarakat sekarang ini juga telah berubah ke sistem online.

“Kita juga sudah melakukan kerjasama dengan beberapa situs belanja online,” akunya.

Terkait dengan diselenggarakannya acara Rider Photo Challenge, hal itu dilakukan untuk mencoba memperluas brand melalui komunitas foto.

 “Kita harap brand kita juga semakin dikenal,” harapnya.

Foto kontes yang baru pertama kali diadakan tersebut diikuti oleh 75 fotografer.

 Adapun para model berasal dari Brazil, Rusia, dan Ukraina.

Rencananya, acara serupa akan digelar kembali dibeberapa kota lainnya.

Sementara itu, Chief Manager of Marketing and Distribution PT Mulia Knitting Factory, Unang Toto Handiman mengatakan, kontes foto tersebut merupakan sebuah usaha untuk mempertahankan Rider sebagai merek lama.

“Intinya adalah kita sebagai merek tua harus tetap melakukan promosi dengan cara yang kekinian. Karena yang paling sulit adalah mempertahankan, apalagi kita sebagai produk lama,” jelasnya.

Dikatakan, ditengah melemahnya kondisi pasar saat ini, pihaknya masih tetap optimis, karena pakaian dalam merupakan salah satu kebutuhan utama.

105total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *