Masyarakat Gembira Bandara Ngurah Rai Kembali Dibuka

Masyarakat Bali menyambut baik dengan dibukanya lagi penerbangan di Bandara Ngurah Rai sejak Rabu (29/11). Mereka yang bergembira terutama masyarakat yang hidupnya bergantung pada beroperasinya bandara. Penutupan bandara selama beberapa hari akibat letusan Gunung Agung membuat pemasukan sebagian warga terganggu.

“Kalau bandara terus tutup, hidup kami susah karena tidak dapat tamu. Syukur bandara sudah dibuka, sehingga hidup kami kembali cerah,” ujar Komang Sudiadnya, sopir travel yang tiap hari menjemput dan mengantarkan tamu ke Bandara Ngurah Rai.

Sejak terjadi erupsi Gunung Agung, ia mengaku khawatir karena dampaknya terhadap pariwisata, terutama kunjungan tamu hotel. Meski Gunung Agung jaraknya jauh dari bandara, tetapi dampaknya sangat terasa, yakni membuat tamu yang datang ke hotel berkurang dan ada juga tamu yang membatalkan perjalanan ke Bali.

“Kami kira kalau bandara tutupnya lama, para sopir yang hidupnya di bandara bakal terpukul,” katanya.

Hal senada disampaikan sopir taksi, Nengah Suasta. Nerngah yang berasal dari Karangasem, selain memikirkan keluarga yang harus mengungsi akibat bencana, juga harus mencari nafkah bagi dirinya yang tinggal di Denpasar.

“Kalau bandara normal saja, kami masih harus susah payah mendapatkan tamu, apalagi bandaranya tutup, kami dan keluarga mau makan apa ya, karena tidak ada penghasilan,” ujar Nengah yang mengaku tinggal di wilayah Pesanggaran.

229total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *