Mantap! Mahasiswa Buat Alat Ukur Kadar Gula Darah yang Beda di Pasaran

Mengembangkan teknologi di bidang medis kini tengah banyak dilakukan oleh mahasiswa Indonesia. Inovasi-inovasi tersebut muncul untuk menangani beragam macam penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia.

Salah satu inovasi tersebut berasal dari mahasiswa di Yogyakarta yang fokus menangani penyakit diabetes. Inovasi yang diciptakan lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut berupa alat ukur kadar gula darah atau glukometer bernama Glucosaga.

Mereka adalah Ayu Rahmawati Kautsar Dieni, Nurul Fajriati Setyaningrum, Atika Nurul Haniyyah, Abdullah Ibnu Hasan dan Ardi Yusri Hilmi. Masing-masing dari mereka merupakan mahasiswa dari berbagai prodi. Mulai dari prodi Teknologi Informasi, Gizi dan Kesehatan, dan Elektronika dan Instrumentasi.

Salah satu mahasiswa Nurul mengatakan bahwa produk besutannya dan tim berbeda dengan glukometer yang beredar di pasaran. Ia menjelaskan, ada beberapa komponen mahal yang ada di glukometer pada umumnya seperti jarum lancet, lancet device, strip glukosa darah, dan alat glukometer.

Pengukuran gula darah tersebut, kata Nurul, dimulai dari tindakan invasive berupa penusukan jarum lancet tersebut ke jari pasien untuk mengambil sampel darah. Metode ini, lanjut Nurul, kadangkala bisa dilakukan berkali-kali dengan alasan sampel darah yang kurang.

Melansir dari laman UGM, Kamis (3/8/2017), alat bikinan mahasiswa ini memiliki prosedur yang tak rumit. Caranya, dengan meletakkan sensor pada telinga bagian bawah pasien kemudian tekan tombol start. Selanjutnya, alat ini bisa langsung memberikan hasil kadar glukosa darah yang ditampilkan di layar LCD.

Sementara Ayu menambahkan, alatnya tersebut juga dilengkapi dengan aplikasi smartphone bernama Glucosaga. “Glucosaga yang dapat membantu penderita dalam mengetahui riwayat perjalanan penyakit diabetesnya,” kata Ayu.

Berdasarkan data hasil pembacaan kadar glukosa darah tersebut bisa dikirim dan disimpan secara berkala pada aplikasi. Selain itu, aplikasi dalam smartphone ini juga memiliki fitur-fitur yang membantu pengguna mengatur gaya hidupnya. Berbagai macam fitur tersebut di antaranya SagaDiary, Reminder, dan Activity Track.

Ia menjelaskan, SagaDiary digunakan untuk melihat riwayat dari kadar glukosa darah dan riwayat konsumsi kalori maksimal per hari. Sementara Reminder berfungsi sebagai pengingat untuk beberapa aktivitas tertentu seperti minum obat, olahraga, dan sebagainya. “Activity Track adalah fasilitas untuk menulis segala aktivitas yang dilakukan,” imbuhnya.

Mereka berharap inovasinya tersebut bisa dijadikan bentuk dukungan untuk Indonesia mandiri dalam hal memproduksi alat kesehatan. “Untuk saat ini (inovasi) kami masih dalam tahap riset dan pengembangan sehingga bisa masuk ke tahap produksi,” tandasnya.

114total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *