Mahyudin: Kemiskinan dan Kebodohan Akar Permasalahan Bangsa

Wakil Ketua MPR Mahyudin menyimpulkan kemiskinan dan kebodohan merupakan akar dari sejumlah permasalahan bangsa yang mengemuka selama ini. Tidak jarang karena kemiskinan, masyarakat tidak lagi mempermasalahan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi.

Misalnya dalam pelaksanaan pemilu maupun pemilihan kepala daerah, rakyat yang justru menerima sumbangan pada saat kampanye dari para calon. Bukan sebaliknya, rakyat memberi sumbangan agar calon yang terpilih sosok yang benar-benar kredibel dan mampu membawa perubahan bagi bangsa.

“Di kampung saya malah itu ada spanduknya ‘menerima serangan fajar’. Akibatnya, yang masuk (sebagai anggota dewan, red) tak semua idealis. Kalau pemilihan demokrasi berdasarkan uang, maka yang berkuasa itu pemilik modal. Ada yang habis Rp 14 miliar, Rp 25 bahkan Rp 100 miliar agar terpilih (sebagai wakil rakyat, red),” ucapnya.

Menurut Mahyudin, akibat besarnya nilai yang dikeluarkan, tak jarang pejabat yang terpilih berusaha mengembalikan modal yang dikeluarkan pada saat pemilihan, lewat jalan tidak benar.

“Mau enggak mau main anggaran. Jadi akarnya kemiskinan dan kebodohan. Untuk itu pada para mahasiswa saya titip pesan, nanti berbuatlah yang terbaik bagi bangsa ini. Di DPR itu dulu banyak kencang teriak pada saat mahasiswa. Tapi begitu menjabat tak jarang ada juga oknum yang minta bagian,” katanya.

Mahyudin meyakini Indonesia dapat bangkit menjadi negara maju dan masyarakatnya dapat hidup sejahtera. Karena semua hal untuk mewujudkan hal tersebut ada di Indonesia. Di antaranya sumberdaya alam yang sangat melimpah.

“Saya punya harapan Indonesia akan lebih baik, tidak ada alasan negara ini kalah dari negara lain,” pungkas Mahyudin.

89total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *