Lintasarta dan Universitas Gadjah Mada Bangun Co-Working Space

Lintasarta komit mendukung pengembangan kreativitas dan inovasi berbasis teknologi digital melakukan kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Komitmen kerjasama ini diwujudkan dalam pengembangan co-working space di kawasan kampus UGM, yaitu Innovative Academy Hub untuk mengakselerasi kiprah startup-startup karya mahasiswa, dosen, alumni serta masyarakat luas melalui Appcelerate Program.

Khusus untuk startup-startup karya mahasiswa adalah hasil bentukan program Innovative Academy, program inkubasi semi terstruktur UGM sejak tahun 2014.

Program ini telah berhasil menumbuhkan start-ups digital dengan mendorong para mahasiswa berani berkreasi dan memulai langkah maju sebagai wirausahawan.

Presiden Direktur Lintasarta, Arya Damar, mengatakan, Innovative Academy Appcelerate adalah salah satu model social investment bekerja sama dengan UGM dalam pengembangan SDM dan menyediakan sarana aktualisasi bagi para inventor di Yogyakarta menjadi technopreneur.

“Kerja sama dengan UGM juga bertujuan mendukung program pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang sedang gencar mendorong agar lembaga pendidikan mampu menghasilkan wirausahawan yang mampu memanfaatkan ekonomi digital dalam mengembangkan usahanya,” kata Arya Damar dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/3).

Dia mengatakan, Lintasarta dan UGM bekerjasama dalam menghasilkan startup digital potensial .

Dia berharap, Innovative Academy Hub dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi produktif. Kegiatan ini adalah wujud nyata dukungan industryacademia terhadap kebijakan pemerintah dalam penguatan inovasi.

Co-working space ini dilengkapi dengan infrastruktur terbaik dan terpadu seperti high speed internet, cloud untuk para start-ups, serta melibatkan para ahli dan praktisi yang akan berperan sebagai mentor untuk mendampingi start-ups dalam membangun bisnis berbasis solusi digital.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, Lintasarta dan UGM akan melaksanakan Innovative Academy Appcelerate Program, yaitu ajang penjaringan timstart-ups yang memiliki solusi permasalahan dalam bentuk inovasi produk atau aplikasi digital, yang berpotensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, dan dapat diterapkan untuk berbagai sektor industri yaitu smart city, banking, financial, oil and gas, plantation, manufacturing, ehealth, logistics, transportation, maritime, dan tourism.

Innovative Academy Appcelerate Program akan dilaksanakan pada pertengahan Tahun 2018, dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan yang meliputi kick off program, one on one mentoring, bisnis gathering, pitching, dan angle and venture meeting.

Puncaknya adalah evaluasi dan pemilihan startup terbaik yang akan dilakukan pada bulan November 2018. Pelaksanaan kegiatan ini akan dikelola oleh PT Gama Inovasi Berdikari, inkubator bisnis yang dibentuk UGM dan diberi mandat untuk mengelola start-ups bisnis digital.

Lintasarta dan UGM mendorong agar para start-ups mengembangkan berbagai macam kreasi, inovasi teknologi dan aplikasi yang dapat diterapkan di berbagai industri dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Arya Damar berharap program social investment Lintasarta ini dalam jangka panjang akan membantu terciptanya ekonomi digital atau e-commerce yang akan membuka lapangan kerja seiring dengan aktivitas ekonomi digital yang berbasis internet yang diharapkan terus meningkat setiap tahun.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., mengatakan, sinergi UGM-Lintasarta diharapkan dapat menumbuhkan semangat socioentrepreneurial dan mendorong mahasiswa untuk menghasilkan berbagai solusi digital atas permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Menurut dia, Innovative Academy Hub yang dibangun dengan dukungan Lintasarta sangat strategis keberadaannya untuk menjadi sebuah co-working space di lingkungan kampus. Hal ini akan mendorong iklim yang kondusif bagi berkembangnya inovasi digital  dengan menggandeng industri.

“UGM sangat berbangga bahwa Innovative Academy Hub yang dibangun dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal yakni sesrawungan (networking), rembugan (musyawarah untuk kepentingan bersama), dan inspirasi (ide-ide kreatif dan inovatif). Harapan kami  co-working space bagi start-ups tahap akselerasi ini, akan semakin memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi di lingkungan kampus,” kata Paripurna, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM.

78total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *