Lemahnya Edukasi Kesehatan Jadi Faktor Gizi Buruk di Asmat

Sedikitnya sudah 67 anak menjadi korban wabah gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua. Lemahnya edukasi akan pemahaman kesehatan yang baik serta penyakit diduga menjadi faktor utama merebaknya gizi buruk di Asmat.

Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf menilai lemahnya edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan kesehatan menjadi faktor. Selain itu, kata Dede faktor kebersihan makanan juga menjadi penyebab munculnya beragam penyakit.

“Kenapa ini bisa terjadi karena informasi edukasi terkait bahaya campak, kesehatan masih minim,” kata Dede saat di konfirmasi¬†Okezone, Sabtu (20/1/2018).

Bahkan kata Dede, banyak anak-anak di Asmat yang menderita penyakit cacingan. Hal itu sambungnya disebabkan karena makanan atau lingkungan yang kurang bersih.

“Kami dapat info Dirjen kesehatan banyak yang cacingan disana mungkin karena kurang bersih sehingga makanan itu diserap oleh cacing,” tutur Dede.

Menurut Dede, kordinasi antar lembaga dari pemerintahan dalam memberikan pelayanan kesehatan perlu dilakukan. Khususnya untuk daerah yang sulit dijangkau.

“Artinya dalam konteks ini Menkes harus punya maping atau road map bagi penduduk khususnya yang berada diwilayah terpencil,” tambahnya.

Kemenkes, kata Dede harus bisa berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Sosial, bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat alur pemberian fasilitas pelayanan kesehatan yang memudahkan masyarakat disana.

“Untuk itu pentingnya pemerintah pusat dan daerah membuat skema untuk memudahkan infrastruktur menuju faskes atau RS atau tenaga medis jauh hari sebelum saat dibutuhkan,” tukasnya.

69total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *